Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 25 September 2026

Bupati Boyolali Dilaporkan ke Bawaslu karena Maki Prabowo

* Tim Jokowi: Kampanye Jangan SARA
- Selasa, 06 November 2018 11:00 WIB
310 view
Jakarta (SIB) -Advokat Pendukung Prabowo melaporkan Bupati Boyolali Seno Samodo kepada Bawaslu RI. Seno dianggap mengajak massa membenci dan menghina calon presiden Prabowo Subianto.

Seno melakukan hal tersebut saat demonstrasi aksi bela 'Tampang Boyolali' pada Minggu (4/11) di gedung Balai Sidang Mahesa, Boyolali, Jawa Timur. Saat berpidato, Seno mengucapkan umpatan untuk Prabowo.

"Ujaran kebencian, dia menyebut Pak Prabowo itu a**. A** kan dalam Jawa, kita ketahui kan kasar. Itu salah satu ujaran kebencian untuk membenci Pak Prabowo dan memprovokasi," ucap kuasa hukum Advokat Pendukung Prabowo, Hanfi Fajri, kepada wartawan di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Senin (5/11).

Selain itu, Seno dianggap menggunakan kekuasaan sebagai bupati untuk mempengaruhi masyarakat. Seno seharusnya bersikap netral sebagai kepala daerah.
"Dia pejabat negara tidak netral. Seharusnya kepala daerah bersikap netral. Dia tidak boleh tunjukkan sikap berpihak ke pasangan calon yang merugikan salah satu pasangan calon," kata Hanfi.

Hanfi mengatakan kelompoknya bukan dari tim sukses pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Hanya relawan saja," ucapnya.

Laporannya diterima Bawaslu dengan nomor laporan 13/LP/PP/RI/00.00/XI/2018. Beberapa barang bukti yang dilampirkan, seperti capture berita online dan video pidato Seno yang memaki Prabowo dengan kata kasar.

Jangan SARA
Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi video capres nomor urut 2 Prabowo Subianto tentang 'tampang Boyolali'. TKN mengingatkan agar SARA tidak dibawa dalam kampanye.

"Padahal kan KPU melarang ada kampanye yang berbau SARA, malah Pak Prabowo ada kecenderungan mengarah ke sana," kata jubir TKN, Arya Sinulingga, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.

"Sekali lagi kita katakan, tolong jangan kampanye itu berdasarkan SARA," sambungnya.

Arya menganggap Prabowo terpeleset dalam berbicara. Dia mengingatkan kubu Prabowo agar berkampanye secara positif, membangun optimisme, memberikan masukan kepada bangsa, dan bukan melakukan diskriminasi, apalagi membawa SARA.

"Kemarahan kawan-kawan Boyolali bisa dimaklumi. Wajar mereka tersinggung dikatakan seperti yang dikatakan Prabowo sampai mereka buat meme. Video dia mampu kok sampai kemarin keluar tokoh-tokoh dari Boyolali," kata Arya.

Arya juga sempat menyinggung nama Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, yang juga sebagai orang Boyolali yang tersinggung. Ia menyebut banyak orang Boyolali yang merasa tersinggung selain Sutopo oleh pernyataan Prabowo itu.

"Ini yang saya katakan karena kampanye yang dibawa kampanye negatif, arahnya kita lihat seakan-akan merendahkan bahwa orang daerah tidak mampu maju seperti kondisi Indonesia saat ini, karena selalu yang dibawa itu kondisi pesimisme. Akibatnya, dinilai orang tersebut, daerah tersebut, orang-orangnya tidak akan mampu ke hotel," ungkap Wakil Ketua DPP Perindo ini.

Diketahui, video Prabowo itu diunggah beberapa akun di Twitter. Dilihat, Jumat (2/11), video itu berdurasi 20 detik. Di awal video, pernyataan Prabowo tak terdengar jelas karena terpotong.

"Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?" kata Prabowo dalam video tersebut dan disambut jawaban "betul" oleh hadirin acara.

"Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Kalian... tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian ya tampang Boyolali ini," lanjut Prabowo. (detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru