Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Usulan OPD Banyak Tak Diakomodir Tim Baperjakat Pemprov Sumut

* Adik Sekda dan Anak Sekwan Sebagai Pejabat Eselon III
Redaksi - Kamis, 16 Januari 2020 09:25 WIB
290 view
Usulan OPD Banyak Tak Diakomodir Tim Baperjakat Pemprov Sumut
sumutcyber.com
Gubsu Edy Rahmayadi melantik 28 orang pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (14/1/2020)
Medan (SIB)
Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengeluhkan usulan mereka ke Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemprovsu untuk posisi eselon III, banyak tak diakomodir. Alhasil diakui mereka pejabat yang dilantik tersebut bukanlah berdasarkan usulan sebelumnya.

Seperti Selasa (14/1) kemarin, lanjutnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melantik adik Sekdaprov Sumut Sabrina dan anak Sekretaris Dewan (Setwan) Erwin Lubis, yaitu Afri Lubis sebagai pejabat eselon III. Adapun jabatan yang diisi oleh adik Sekda, Bambam C Hidayah sebagai Kepala UPT Disperindag, sedangkan Afri Lubis dilantik menjadi Kabid pada Badan Penelitian dan Pengembangan. " Jadi tarik menarik kepentingannya tinggi sekali, padahal saya bolak balik mengganti usulan ke pimpinan dan Baperjakat namun yang dilantik malah tak sesuai usulan sebelumnya," ungkap salah seorang pimpinan OPD yang minta namanya dirahasiakan kepada wartawan, Rabu (15/1).

Menjawab ini, Plt Kepala BKD Setdaprov Sumut, Syahruddin Lubis mengatakan, pimpinan punya otoritas penuh atas penempatan semua pejabat yang dilantik. Meski memang pada awalnya usulan dari pimpinan OPD sudah masuk ke Tim Baperjakat. "Apapun ceritanya keputusan tetap berada di tangan pimpinan. Tim Baperjakat cuma memberi masukan dan menyampaikan usulan itu kepada pimpinan, untuk selanjutnya diputuskan oleh pimpinan. Jadi benar memang tidak mesti semua usulan Kadis disetujui oleh pimpinan," katanya.

Gubsu Edy Rahmayadi yang dimintai tanggapan ihwal ini mengatakan, awalnya memang menyerahkan mekanisme usulan semua pejabat eselon III kepada pimpinan OPD masing-masing. Namun begitu dicek profil dan rekam jejak pejabat tersebut melalui Baperjakat, sambungnya, ada yang tidak sesuai penempatan yang diberikan sesuai usulan dari pimpinan OPD-nya. "Kalau tidak kena, ya tidak bisa jugalah dipaksa. Bukan saya mencurigai si eselon II itu, dia harus pas jugalah. Pas sesuai ilmunya juga," katanya.

Begitupun mengenai penilaian pejabat sebelum dilantik, kata dia sudah dilakukan oleh Baperjakat. Dia menegaskan tidak ada ikut serta dalam hal menentukan siapa pejabat yang akan dilantik tersebut. "Nggak, saya nggak ada ikut-ikut. Pokoknya begitu sampai di saya (usulannya), kalau ada yang salah, udah benar ini, yakin, bismillah saya tanda tangani dan saya lantik. Saya tak ada ikut-ikut itu," pungkasnya. (M11/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru