Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 Juli 2026

AMPHT Datangi Mapolres Labuhanbatu, Kapolres Janji Usut Selidiki Asal-muasal Banjir Bandang Labura

Redaksi - Kamis, 16 Januari 2020 10:10 WIB
174 view
AMPHT Datangi Mapolres Labuhanbatu, Kapolres Janji Usut Selidiki Asal-muasal Banjir Bandang Labura
SIB/Dok
TERIMA AMPHT : Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat didampingi Kasat Reskrim AKP Jama Kita Purba dan Kasat Intelkam AKP Hairun Edi Sidauruk berjanji terus melakukan penyelidikan terkait asal-muasal banjir bandang di Desa Hatapang dan Pematang Kecamatan
Rantauprapat (SIB)
Setelah menggelar aksi unjuk rasa damai di Simpang Enam Rantauprapat terkait banjir bandang di Desa Pematang dan Hatapang Kecamaran NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara, Jumat (10/1), AMPHT (Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Hatapang) beraudiensi dengan Kapolres AKBP Agus Datojat dan jajarannya, Rabu (15/1), di Aula Tunggal Panaluan Mapolres Jalan MH Thamrin Rantauprapat. AMPTH kembali meminta Kapolres mengusut tuntas penyebab banjir bandang Labura.

Audiensi tersebut berlangsung kondusif, kendati sedikit terjadi perdebatan antara AMPHT yang diwakili Hasanuddin Hasibuan, Lacin Harahap, Al As'ari Hasibuan, Edi Syahputra Ritonga, Heriansyah Lubis dan Nisa Dalimunte dengan pihak Polres.

Lacin dan kordinator lapangan Edy Syahputra Ritonga menyebut banjir bandang yang terjadi di Desa Hatapang dan Pematang diduga kuat akibat dari kegiatan pemanfaatan kayu yang ada di Desa Hatapang.

"Sulit mencari penyebab lain dari peristiwa banjir bandang Labura, kecuali dengan menelaah fakta-fakta lapangan. Sebab di sekitar pemukiman warga yang terkena banjir, banyak kayu gelondongan yang bawa arus air banjir bandang. Bahkan banjir bandang itu mengakibatkan 5 satu keluarga hilang, dan 3 di antaranya ibu dan 2 anaknya ditemukan hanyut di Sungai Bilah dan Aekkatia dengan keadaan tewas mengenaskan.

"Akibat banjir bandang yang terjadi Minggu (29/12) dini hari itu, 5 sekeluarga diduga tewas terseret derasnya air membawa balok-balok kayu, batu-batuan dan lumpur. Kemudian, warga kehilangan rumah tempat tinggal, kerusakan rumah tempat tinggal, rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan dan bahkan jatuhnya mental warga yang terkena dampak banjir. Lalu siapa yang bertanggungjawab," ungkap Edi bertanya.

Hasanuddin dengan berapi-api menyampaikan kekesalannya terhadap pemerintah terkait kelalaian dalam mengawasi izin prinsip yang diberikan ke PT LBI.

"Dalam berbagai gerakan kemanusiaan dan lingkungan (agraria) yang lakukan bersama rekan-rekan, belum pernah mentok di tengah di jalan. Kendati harus berjalan merangkak, kami akan terus bergerak sampai penegakan hukum nyata, baik pada mereka yang merasa elit begitu pula kami masyarakat kecil. Kami tidak akan pernah berhenti," tegasnya.

Al-As'ari Hasibuan meminta Kapolres melakukan penyelidikan secara intensif terkait dugaan penyalahgunaan izin prinsip yang diperoleh PT LBI. Menurutnya, pihak kepolisian harus melakukan forensik legal audit pada izin prinsip yang diberi pemerintah ke PT LBI, dikonfrontasi dengan fakta-fakta lapangan.

As'ari juga meminta Kapolres memeriksa setiap pejabat yang turut serta dalam mengeluarkan izin prinsip tersebut, terutama pemerintah setempat.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat didampingi Kasat Reskrim AKP Jama Kita Purba dan Kasat Intelkam AKP Hairun Edi Sidauruk pada kesempatan itu berjanji akan terus melakukan penyelidikan terkait asal-muasal banjir bandang di Desa Hatapang dan Pematang.

"Kami dari pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan terkait asal-muasal dari banjir bandang Hatapang. Saya juga berterimakasih kepada kawan-kawan AMPHT yang sudah turut berpartisipasi membantu pihak penegak hukum," sebut Agus. (BR6/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru