Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 07 Mei 2026

Menyebar, Indonesia Antisipasi Virus Pernapasan Misterius asal China

Kemenkes RI: Beberapa Sektor akan Diperkuat dan Dipantau
Redaksi - Minggu, 19 Januari 2020 11:12 WIB
602 view
Menyebar, Indonesia Antisipasi  Virus Pernapasan Misterius asal China
kumparan.com
Virus pernapasan misterius yang berasal dari Kota Wuhan, China, telah menyebar ke Thailand dan Jepang. Penyebaran penyakit yang didalangi coronavirus ini terhitung cepat.
Jakarta (SIB)
Virus pernapasan misterius yang berasal dari Kota Wuhan, China, telah menyebar ke Thailand dan Jepang. Penyebaran penyakit yang didalangi coronavirus ini terhitung cepat.

Warga Wuhan pertama kali terinfeksi virus pada 12 Desember 2019. Tak sampai sebulan, WHO mengonfirmasi kasus lain muncul di Thailand pada 8 Januari 2020. Seminggu kemudian, giliran Jepang melaporkan penyebaran coronavirus juga telah sampai di negara mereka.

Kasus terbaru yang muncul di Jepang ini menimpa seorang warga negara China berusia 30 tahun yang tinggal di Kanagawa, barat daya Tokyo. Ia baru saja pulang dari Wuhan, sebelum akhirnya jatuh sakit.

Pejabat Kementerian Kesehatan Jepang Eiji Hinoshita berusaha meyakinkan masyarakat bahwa risiko penyebaran coronavirus di Jepang sangat rendah meski seorang warga telah terinfeksi.

"Pada titik ini, kami merasa tidak mungkin (kasus) ini akan menyebabkan wabah yang dramatis," ujar Hinoshita. Ia memastikan kondisi terkini pasien sudah membaik, demam telah mereda dan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Sementara itu, coronavirus yang terdeteksi di Thailand juga berasal dari seorang turis, yang kini tengah menjalani karantina. Pasien berusia 61 tahun tersebut menunjukkan gejala terinfeksi saat baru saja tiba di Bandara Suwarnabhumi, Bangkok, setelah mengunjungi Wuhan.

Melihat dua kasus di Jepang dan Thailand, coronavirus sama-sama dibawa turis yang baru saja mengunjungi Wuhan, lokasi pusat wabah. Berkaca dari peristiwa tersebut, seluruh negara perlu bersiap menghadapi risiko penyebaran, termasuk dengan memperketat pemeriksaan turis di pintu-pintu masuk negara.

Jenis Baru
Pemerintah China menyebut virus corona jenis baru telah menyebabkan kematian kedua. Pada Rabu (15/1), dinas kesehatan Wuhan mengatakan pria berusia 69 tahun meninggal akibat kegagalan organ. Kondisinya terus memburuk setelah pria itu didiagnosa terinfeksi gejala mirip pneumonia.

Hingga saat ini, setidaknya ada 41 orang yang telah terinfeksi virus corona jenis baru yang wabah pusatnya berasal di Wuhan, China. Sementara di luar China, dua orang masing-masing di Thailand dan Jepang juga terdeteksi terkena virus ini setelah mereka berkunjung ke Wuhan, China.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus corona adalah jenis virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) dan Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS). Beberapa jenis virus corona menyebar melalui hewan, sedangkan lainnya bisa ditularkan dari manusia ke manusia.

Komisi Kesehatan Wuhan, China mengatakan, sebanyak 12 orang telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh. Sedangkan lima orang lainnya masih dalam kondisi yang membutuhkan penanganan serius.

Pihak berwenang di Wuhan meyakini wabah virus ini berasal dari Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. Pasar yang terletak di kota berpenduduk 11 juta jiwa ini kini telah ditutup sejak 1 Januari 2020.

Kematian pertama akibat virus corona jenis baru ini terjadi pada 9 Januari 2020. Seorang pria berusia 61 tahun yang meninggal akibat virus ini sebelumnya sering mengunjungi pasar makanan laut Huanan dan memiliki riwayat penyakit liver kronis dan tumor perut.

Perlu penyelidikan lebih lanjut
Hingga kini belum ada bukti lebih lanjut tentang penularan dari manusia ke manusia sejak wabah ini menyebar pada 12 Desember 2019, di Wuhan, China.

Sebelumnya, WHO mengatakan perlu adanya penyelidikan lebih lanjut tentang kemungkinan penyebaran virus dari manusia ke manusia, cara penularan, sumber penularan, dan kasus yang tidak bergejala atau gejala ringan yang tidak terdeteksi.

Perempuan asal China yang didiagnosa terinfeksi virus ini ketika bepergian di Thailand sebelumnya dilaporkan mengunjungi pasar makanan laut di kota, namun tidak mengunjungi pasar makanan laut Huanan, tempat wabah virus itu berpusat.

Komisi Kesehatan Wuhan mengatatakan pada Rabu (15/1) salah seorang pria yang didiagnosa terinfeksi virus memang bekerja di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. Namun istrinya yang juga didiagnosa terinfeksi virus yang sama tidak mengunjungi pasar tersebut.

Wabah virus corona jenis baru ini terjadi menjelang liburan Tahun Baru China pada akhir Januari 2020. Diprediksi akan banyak orang China yang berpergian pulang atau ke luar negeri.

Virus ini mirip dengan epidemi SARS yang terjadi pada tahun 2002 hingga 2003 lalu. Kala itu ada sebanyak 774 orang yang meninggal akibat terjangkit virus ini di puluhan negara berbeda. Sementara sejak tahun 2012 ada sebanyak 858 orang yang meninggal akibat virus MERS, yang sebagian besar kasusnya terjadi di Arab Saudi.

Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan RI menyatakan beberapa sektor akan diperkuat, termasuk tenaga kesehatan, rumah sakit, pemantau, serta pintu-pintu masuk bandara dan pelabuhan. Hal itu dinyatakan lewat serangkaian utas yang diunggah lewat akun Twitter resmi @KemenkesRI pada Jumat (17/1).

Utas tersebut merangkum hasil diskusi ilmiah bertajuk "Kesiapsiagaan Indonesia dalam Antisipasi Wuhan Pneumonia" yang dihelat di Gedung Pelayanan Publik Balitbangkes, Jumat (17/1). Tujuan diskusi berkaitan dengan kesiapan Indonesia terkait wabah virus pernapasan di China, serta upaya menyamakan persepsi mengenai wabah tersebut.

"Virus tersebut bisa menyebabkan penyakit yang ringan sampai berat, sekarang ini paling banyak dibicarakan adalah MERS-CoV dan SARS-CoV yang masih satu keluarga. Coronavirus pada dasarnya dari binatang pindah ke manusia, dan 80 persen penyakit baru berasal dari zoononis," ujar Kemenkes.

Dalam kesempatan yang sama, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Kemenkes RI dr Vivi mengatakan, bahwa jejaring laboratorium untuk deteksi coronavirus terus dilakukan. Dipaparkan pula, tanda-tanda umum infeksi dari coronavirus yakni batuk, demam, dan sesak napas.

Pada kondisi yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan berujung kematian.

Sejauh ini, wabah coronavirus telah menewaskan satu orang di Wuhan. Menurut laporan Channel News Asia, korban dinyatakan meninggal pada Kamis (9/1) akibat gagal pernapasan dan radang paru-paru yang cukup parah. Sebelum tewas, ia sempat mengunjungi pasar ikan yang menjadi pusat wabah. Pasar itu telah resmi ditutup pada 1 Januari 2020 untuk desinfeksi. (kumparan/AFP/Reuters/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru