Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Pariwisata di Sumut Tertinggal Karena Tidak Punya Master Plan

Kalangan DPRDSU
Redaksi - Rabu, 22 Januari 2020 09:36 WIB
866 view
Pariwisata di Sumut Tertinggal Karena Tidak Punya Master Plan
Foto: SIB/Firdaus Peranginangin
BERI KETERANGAN: Anggota Komisi B DPRD Sumut Tuani Lumban Tobing didampingi anggota Komisi A Franky Partogi Wijaya Sirait dan Tim Ahli F-PDI Perjuangan Aswan Jaya memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (21/1) di DPRD Sumut terkait tertinggalnya dun
Medan (SIB)
Kalangan anggota DPRD Sumut prihatin, Pemprov Sumut tidak memiliki master plan (rencana utama) bidang pembangunan pariwisata, sehingga kondisi pariwisata di Sumut selama ini tidak berkembang bahkan tetap tertinggal dari provinsi lain di Indonesia.

Keprihatinan itu disampaikan anggota Komisi B DPRD Sumut Tuani Lumban Tobing bersama anggota Komisi A Franky Partogi Wijaya Sirait dan Tim Ahli F-PDI Perjuangan Aswan Jaya kepada wartawan, Selasa (21/1) di DPRD Sumut.

Berkaitan dengan itu, Tuani memertanyakan keseriusan Pemprov Sumut dan kabupaten/kota se Sumut, membangun pariwisata di daerahnya masing-masing.

Politisi PDI Perjuangan itu mencontohkan, kawasan wisata Danau Toba sejak dulu memiliki nama besar di Indonesia dan internasional hingga kini belum mampu dijadikan Pemprov Sumut dan kabupaten sekitar untuk menarik sebesar-besarnya wisatawan mancanegara dan nusantara.

"Anehnya Festival Danau Toba yang seharusnya menjadi momen menarik wisatawan dan ajang promosi Sumatera Utara, malah sempat diwacanakan akan ditutup oleh pihak Pemprov Sumut. Padahal alokasi anggarannya sudah dimasukkan oleh DPRD di APBD Sumut 2020 sebesar Rp2,6 miliar," ujar anggota dewan Dapil Sumut 9 (Tobasa, Samosir, Taput, Humbahas, Tapteng dan Kota Sibolga) ini.

Atas dasar itu, Tuani berharap agar ada keseriusan Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten sekitar Danau Toba, untuk meningkatkan kembali kejayaan dan keramaian kunjungan wisatawan ke objek wisata Danau Toba.
"Pemerintah pusat saja sudah berulang kali menunjukkan keseriusannya menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata mancanegara. Di antaranya, sudah memulai membangun jalan tol sebagai akses ke Danau Toba, hingga merencanakan proyek besar di kawasan wisata tersebut. Tapi kenapa daerah ini terkesan kurang serius," ujar mantan Bupati Tapteng ini.

Untuk itu, Tuani menegaskan, jika Pemprov Sumut serius membangun pariwisata khususnya kawasan Danau Toba, seharusnya memiliki rencana utama dan pengelolaan yang sistematis dan total dengan melibatkan semua pihak dan lembaga pemerintah di Sumut.

"Sangat disayangkan pembangunan pariwisata kita mundur ke belakang bahkan tertinggal dengan provinsi lain yang sebelumnya berada di bawah Sumut," ucap Tuani seraya mengungkapkan Komisi B DPRD Sumut berencana mengundang 7 bupati se kawasan Danau Toba (Karo, Dairi, Simalungun, Samosir, Humbanghasundutan dan Taput) dalam rapat dengar pendapat untuk menyatukan persepsi mengairahkan pariwisata Danau Toba.(M03/c).
SHARE:
komentar
beritaTerbaru