Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Sidang Pemakzulan Trump Ditonton 11 Juta Orang

* Partai Demokrat Kesulitan Tuntut Pemakzulan Trump di Senat
Redaksi - Jumat, 24 Januari 2020 10:05 WIB
130 view
Sidang Pemakzulan Trump Ditonton 11 Juta Orang
dunia.tempo.co
Lembaga pemeringkat Nielsen memperkirakan sekitar 11 juta pemirsa TV menyaksikan sidang senat bersejarah permohonan pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dimulai pada Selasa (21/1).
Washington (SIB)
Lembaga pemeringkat Nielsen memperkirakan sekitar 11 juta pemirsa TV menyaksikan sidang senat bersejarah permohonan pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dimulai pada Selasa (21/1). Jumlah itu rupanya tak sebanyak orang-orang yang menonton sidang hari pertama DPR yang memproses permohonan pemakzulan Trump pada November 2019, yang ditonton sekitar 13,8 juta pemirsa dari 10 jaringan siaran dan televisi kabel.

Data yang dipaparkan Nielsen memperlihatkan sidang pemakzulan dipadati penonton televisi pada jam-jam tayangan siang. Mereka menonton 4 jam sampai ada yang hanya setengah jam saja. Sidang sendiri berlangsung sampai tengah malam. Peringkat ini tidak termasuk mereka yang menonton sidang lewat siaran langsung streaming online atau mengikutinya di media sosial.

Sidang pemakzulan Trump disiarkan secara langsung oleh enam jaringan televisi kabel dan televisi lainnya, di antaranya ABC Walt Disney Co., CBS Viacom CBS Inc., NBC dan MSNBC dari Comcast Corp, CNN dan Fox News dari AT&T Inc. Fox News.

Memasuki hari kedua sidang pemakzulan Trump di Senat, terlihat jelas banyaknya tantangan yang harus dihadapi Partai Demokrat untuk menuntut presiden. Tidak peduli berapa banyak bukti yang melemahkan Trump, semakin sulit bagi anggota Partai Demokrat untuk meyakinkan para senator dan publik AS yang terbelah menjadi dua kelompok bila bukti-bukti yang sama harus dijabarkan setiap hari.

Tim yang dipimpin ketua komite intelijen House of Representative (DPR) Adam Schiff membangun dakwaan atas tekanan politik yang dilakukan Trump terhadap Ukraina dan upaya menutupi 'skema korupsi'. Tapi batasannya jelas.

Karena Partai Republik menghalangi upaya mereka memanggil lebih banyak saksi, anggota House yang bertindak sebagai jaksa dalam sidang itu harus mengandalkan bukti yang sama berulang kali berupa rekaman video kesaksian para duta besar, pejabat keamanan nasional, dan presiden sendiri.

Bagi Demokrat itu merupakan momen yang berisiko secara politis. Sebab mereka tidak hanya harus membuktikan pelanggaran Trump lakukan kepada jaksa tapi juga seluruh rakyat Amerika. "Kami coba kasus ini kedua juri, Senat dan rakyat Amerika, rakyat Amerika menyaksikan, rakyat Amerika mendengarkan dan mereka memiliki pikiran terbuka," kata Schiff, Kamis (23/1).

Pada bulan lalu, House memakzulkan Trump atas dakwaan penyalahgunaan wewenang dengan menahan bantuan militer untuk menekan Ukraina bersedia menyelidiki kandidat calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Ia juga dituduh menghalang-halangi penyelidikan Kongres.

House yang dikuasai Partai Demokrat menyatakan Trump memerintahkan pejabat-pejabat pemerintahannya menolak memberikan dokumen yang diminta atau bersaksi dalam penyelidikan tersebut. Partai Republik membela tindakan presiden tersebut. Menurut mereka tindakan Trump dapat dibenarkan. Proses penyelidikan House juga bermuatan politis untuk menjatuhkan presiden di tengah kampanye pemilihan presiden November mendatang. Dalam kampanyenya di Iowa, Biden berpihak pada upaya untuk menurunkan presiden.

Baik anggota House selaku jaksa dan tim pengacara Trump, masing-masing mendapatkan waktu sebanyak 24 jam selama tiga hari untuk menjabarkan argumen mereka. Setelah jaksa selesai menjabarkan argumen mereka pada Jumat (24/1), tim pengacara Trump akan mendapat giliran. Diperkirakan mereka akan mengambil jeda libur pada Minggu (26/1). Lalu melanjutkannya pada pekan depan.

Selanjutnya, anggota House memiliki waktu selama 16 jam untuk memberikan pertanyaan dilanjutkan jawaban selama empat jam. Para jaksa dan pembela harus duduk tenang di kursi masing-masing, tak boleh bicara atau menyalahkan telepon genggam. (T/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru