Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026
Mengaku Ditelepon Jokowi Terkait Masalah Babi di Sumut

Edy Rahmayadi : Pemusnahan Bukan Pada Ternak Babi, Tapi Penyakitnya

Redaksi - Minggu, 26 Januari 2020 10:03 WIB
4.968 view
Edy Rahmayadi : Pemusnahan Bukan Pada Ternak Babi, Tapi Penyakitnya
SIB/Dok
TEGASKAN : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menegaskan tak akan memusnahkan babi di Sumut saat menhadiri acara syukuran awal tahun PGI Wilayah Sumut di Medan Estate,Deli Serdang,Jumat(24/1).
Medan (SIB)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku ditelepon Presiden Joko Widodo terkait masalah virus babi di Sumut. Lalu Edy menjawab telepon dari RI 1 itu, meminta diijinkan agar bisa mengatasi wabah virus babi tersebut di Sumut. Kemudian Presiden Jokowi memberikan wewenang pada Gubernur untuk menyelesaikannya.

Hal itu disampaikan Gubernur di hadapan para pendeta pada acara syukuran awal tahun Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Sumut di Chapel PGI Wilayah Sumut, Jalan Selamat Ketaren, Medan Estate, Deliserdang, Jumat (24/1). Hadir saat itu Ketua Umum PGI Wilayah Sumut Bishop Darwis Manurung, anggota DPD RI WTP Simarmata, pimpinan denominasi gereja dan OPD Pemprov Sumut.

Sementara terkait adanya tudingan dari sebagian masyarakat, khususnya dari kalangan suku Batak, bahwa dirinya disebutkan akan memusnahkan babi di Sumut, langsung dibantahnya. "Demi Tuhan saudara-saudaraku, tolong ini diluruskan semua karena ini jadi polemik di seluruh Indonesia dan saya ditelepon Pak Jokowi," katanya di depan para pendeta yang hadir.

Dia kembali menegaskan, dirinya tak pernah menyampaikan ternak babi akan dimusnahkan di Sumut. "Saat ini ada yang menyebutkan, gubernur harus kita demo, karena mau membasmi babi. Saya minta tolong saudara-saudaraku, di depan tempat orang-orang yang beriman ini, saya sampaikan, saya akan menyelesaikan wabah (penyakit demam babi) ini," ujarnya.

Gubernur bahkan meminta para pendeta agar ikut meluruskan kepada masyarakat luas bahwa sikap dirinya tegas, tidak akan memusnahkan ternak babi di Sumut. Dirinya memaksudkan pemusnahan, bukan pada ternak babi, tetapi ke penyakit babi itu sendiri. Sebab seluruh binatang di dunia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Karena itu pula, manusia harus menjaganya.

Dia juga menceritakan apa yang pernah dipaparkannya kepada Komisi IV DPR RI yang kunker di Sumut jelang akhir tahun 2019. Kepada para wakil rakyat Komisi VI itu, Edy menjelaskan tanggung jawabnya selaku kepala daerah soal upaya penanganan penyakit babi. Disebutkannya bahwa ternak babi adalah salah satu sumber kehidupan salah satu suku masyarakat di Sumut.

Ada warga yang beternak babi 5 ekor, sebut Edy, yang dipersiapkan untuk menopang biaya pendidikan, persiapan jika seorang anak menikah dan menjadi santapan saat momen Natal dan Tahun Baru, untuk tabungan serta untuk keperluan adat.

"Dan itu (babi) sudah adat istiadat sejak dulu. Bahkan di Tapanuli Utara sana ada khas panggilan ternak babi itu saya bilang kepada dewan. Apa itu ? Hurje.. datang babi itu. Saya sampaikan itu dan tak ada saran yang lain lagi dari dewan," ungkap Edy yang disambut tawa hadirin.

Seraya menjelaskan lagi, dirinya telah melakukan langkah-langkah penanganan virus babi di Sumut, salah satunya melakukam penguburan babi mati serta mencegah keluar masuk babi dari dan ke Sumut. (M11/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru