Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Awal Januari, RS Adam Malik Disebut Sempat Rawat Pasien Diduga Suspect Virus Corona

Redaksi - Minggu, 26 Januari 2020 10:47 WIB
347 view
Awal Januari, RS Adam Malik Disebut Sempat Rawat Pasien Diduga Suspect Virus Corona
SIB/Dok
dr Ade Rahmaini MKed (Paru) SpP
Medan (SIB)
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik awal Januari 2020 sempat menangani pasien rujukan dari salah satu rumah sakit swasta di Kota Medan yang diduga suspect Novel Corona Virus (nCov). Pasien itu masuk dengan kondisi flu dan baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri. Setelah tiga hari dirawat di ruang infeksius, berdasarkan hasil pemeriksaan pasien dinyatakan negatif nCov.

"Gejala pasien nCoV biasanya flu, sesak dan ada riwayat bepergian ke China atau ke negara lainnya. Kita aware ke situ. Nah pasien seperti ini akan kita evaluasi. Penyebarannya dari udara dan air ludah," kata Koordinator Penanganan Virus Corona Tim Pinere RS Adam Malik, dr Ade Rahmaini MKed (Paru) SpP kepada wartawan sembari enggan memberitau inisial pasien, Jumat (24/1).

Ia mengatakan RS Adam Malik menjadi salah satu dari 14 rumah sakit nasional yang menjadi pusat rujukan penanganan pasien nCoV yang menaungi tiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Riau. nCov merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Tim Pinere RS Adam Malik telah dibentuk sebagai upaya kesiapsiagaan rumah sakit tipe A ini dalam menghadapi setiap kasus KLB yang sewaktu-waktu bisa terjadi, seperti yang baru-baru ini terjadi, KLB difteri menjadi kasus terakhir yang telah ditangani. Tim ini terdiri dari 20 orang tenaga medis di antaranya dokter spesialis yang berlatar belakang dari berbagai spesialisasi dan juga pencegah dan pengendalian infeksi.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP H Adam Malik, dr Nurna Fauziah MKes menambahkan ruangan infeksius RS Adam Malik dilengkapi dengan 11 ruang rawat yang merupakan ruangan isolasi. Dan jika sewaktu-waktu pasien yang dirawat melebihi ruangan yang tersedia, juga menyediakan ruangan cadangan dan tidak akan merujuk pasiennya.

"Ruangan infeksius kita terdiri dari 11 ruang rawat isolasi. Jika ruangan tidak memenuhi jumlah pasien yang dirawat, kita sediakan ruangan cadangan," ucapnya. (M17/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru