Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Persebaran Virus Corona Wuhan di Dunia Bisa Dipantau Lewat Peta Online

* 70 Ribuan Bioskop di Tiongkok Masih Tutup
Redaksi - Senin, 27 Januari 2020 09:48 WIB
475 view
Persebaran Virus Corona Wuhan di Dunia Bisa Dipantau Lewat Peta Online
Printscreen gisanddata.maps.arcgis.com
Persebaran virus corona Wuhan dapat dipantau lewat peta online yang dibuat tim Systems Science and Engineering, Johns Hopkins Center. 
Jakarta (SIB)
Sebuah peta online untuk melacak persebaran virus corona Wuhan dibuat oleh tim Systems Science and Engineering, Johns Hopkins Center. Peta tersebut melakukan pembaruan secara berkala dengan didukung data dari WHO, CDC, dan sumber-sumber lain, yang menggambarkan persebaran virus corona di Tiongkok dan beberapa negara lain di dunia, seperti Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Thailand, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Profesor teknik sipil dan co-direktur CSSE, Lauren Gardner mempelopori upaya peluncuran situs peta online persebaran virus corona pada Rabu, 22 Januari 2020. Situs ini menampilkan statistik tentang kematian dan kasus yang dikonfirmasi sebagai virus corona baru atau 2019-nCoV. Peta juga memungkinkan pengunjung untuk mengunduh data secara gratis.

"Kami membangun peta online karena kami pikir penting bagi publik untuk memiliki pemahaman tentang situasi wabah virus corona. Sebagai bukti penggunaan sumber data yang transparan," kata Gardner, dikutip dari laman resmi John Hopkins University, Minggu (26/1).

"Untuk komunitas riset, data ini akan menjadi lebih berharga karena kami terus mengumpulkannya dari waktu ke waktu."
Gardner menambahkan, data kasus tingkat lokal dari Dingxiangyuan, laporan media, dan CDC lokal memberikan gambaran wabah virus corona yang lebih tepat waktu dibandingkan dengan organisasi pelaporan tingkat nasional, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memfilter.

Digunakan Media Internasional
Media internasional di antaranya Newsweek, PBS News Hour, dan ABC News mengambil data laporan virus corona menggunakan peta online dari John Hopkins Center. Situs peta online juga menyediakan tautan ke Google Sheet, yang dapat diunduh berisi informasi tentang kasus yang dikonfirmasi dan dugaan di lebih dari 30 lokasi Tiongkok.

"Tapi situs CSSE belum memprediksi di mana (gejala) virus corona, seperti flu cenderung menyebar," Gardner melanjutkan.
Wartawan mencoba mengakses situs peta online persebaran virus corona Wuhan pukul 08.53 WIB. Tampak pada layar dasbor berwarna hitam, peta tanggal pembaruan tertulis 25 Januari 2020. Rentang perbedaan waktu mengakses pun berbeda di setiap negara.

Pada peta online tersebut menampilkan peta negara beserta nama-nama kota, yang terkonfirmasi temuan kasus. Tercatat kasus virus corona Wuhan yang sudah terkonfirmasi sebanyak 1.438 kasus dengan rincian:
1. Tiongkok 1.399.
2. Thailand 7.
3. Hong Kong 5.
4. Australia 4.
5. Prancis 3.
6. Malaysia 3.
7. Singapura 3.
8. Jepang 2.
9. Macau 2.
10. Korea Selatan 2.
11. Amerika Serikat 2.
12. Vietnam 2.
13. Nepal 1.

Dalam peta online CSSE, bagian kanan atas menampilkan angka kematian dan jumlah pemulihan pasien. Sebanyak 42 kasus kematian dan pemulihan 39 kasus.

Laporan suspect (terduga) virus corona Wuhan pun ditampilkan.Adapun kasus suspect virus corona, sebagai berikut:
1. Anhui, Tiongkok 4.
2. Shanghai, Tiongkok 72.
3. Henan, Tiongkok 1.
4. Sichuan, Tiongkok 4.
5. Hong Kong 244.
6. Fujian, Tiongkok 20.
7. Yunnan, Tiongkok 58.
8. Ningxia, Tiongkok 1.

Masih Tutup
Sementara itu, tujuh puluh ribuan bioskop di Tiongkok khususnya di Wuhan sekitarnya hingga Minggu (26/1) masih tutup. Penutupan untuk menekan peredaran virus corona yang menyebar dan menginfeksi ratusan orang. Jaringan bioskop di negara dengan penduduk terbanyak di dunia itu belum dapat memastikan kapan mulai beroperasi.

Keputusan penutupan bioskop mulai Jumat (23/1) namun sempat beroperasi hingga menjelang sore. Jaringan bioskop tersebut seperti Wanda, CGV, Bona, Lumiere Pavilions, Jinyi dan Dadi. Menghibur warga yang disarankan tidak ke luar rumah, studio Huanxi Media menyediakan film ‘Lost in Rusia’ secara online gratis di layanan streaming miliknya, Huanxi Premium.

Sehubungan jadwal pemutaran film populer terkendala, industri hiburan di Tiongkok mengatur ulang jadwal perilisan film pada masa liburan Tahun Baru Imlek. (Liputan6.com/T/R9d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru