Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Tak Difungsikan, 2 Dermaga Jetty di Tobasa Dinilai Menghamburkan Uang Negara

Redaksi - Selasa, 28 Januari 2020 09:58 WIB
1.354 view
Tak Difungsikan, 2 Dermaga Jetty di Tobasa Dinilai Menghamburkan Uang Negara
SIB/Jantro Naibaho
TIDAK BERFUNGSI : Dermaga Jetty di Pantai Pasir Putih Parparean II Kecamatan Porse Kabupaten Tobasa tidak dimanfaatkan pelaku wisata.Proyek ini dinilai masyarakat menghambur-hamburkan uang negara.Foto diambil,Senin(27/1).
Tobasa (SIB)
Pembangunan Dermaga Jetty di Pantai Parparean II, Kecamatan Porsea dan Desa Janji Maria Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), dinilai menghambur-hamburkan uang negara. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp.1,2 miliar, bersumber dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tobasa TA.2017 itu tidak difungsikan.

Demikian disampaikan pemerhati pembangunan H.Napitupulu di Balige, Senin (27/1). Katanya, semenjak dibangun Dermaga Jetty sangat jarang dipergunakan masyarakat ataupun pelaku wisata. Proyek itu juga dinilainya terlalu dipaksakan tanpa melakukan perencanaan yang matang.

“Semenjak Dermaga Jetty dibangun, sangat jarang dipergunankan atau difungsikan. Kami masyarakat juga memerhatikan kapal wisatawan juga belum pernah bersandar. Perencanaan pembangunan Dermaga Jetty sangat tidak matang,” ujarnya.

Kasi Infrastuktur Dinas Pariwisata Kabupaten Tobasa, Parulian Aritorang dikonfirmasi mengaku, Dermaga Jetty di Pantai Parparean II, Kecamatan Porsea dan Desa Janji Maria Kecamatan Balige belum dibayarkan kepada rekanan. Akibat hal tersebut bangunan tidak dapat diserahkan kepada masyarakat dan dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Belum dibayarkan negara tuh. Sudah panjang ceritanya. Dermaga Jetty hanya persinggahan kapal sementara, masih 0% pembayarannya. Bagaimana kita menyerahkan kepada masyarakat, tidak mungkin kita serahkan bangunan orang lain,” ujarnya.

Kadis Pariwisata Jhon Piter Silalahi dikonfirmasi mengatakan, kedua Dermaga Jetty sudah berfungsi secara kontruksi, tetapi belum dimanfaatkan para pelaku wisata. Ditegaskannya, bangunan Dermaga Jetty belum dibayarkan dan masih milik rekanan, sehingga belum dapat diserahkan kepada masyarakat.

“Bukan tidak berfungsi tapi belum dimanfaatkan orang. Itu sudah berfungsi dan sudah layak, tapi kalau orang tak mau singgah, tidak mungkin kita paksakan kapal singgah. Sama dengan terminal Tebing, kalau orang tidak mau masuk bukan terminalnya yang salah,” terangnya. (H03/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru