Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Edy Rahmayadi Akui Warga Sumut Ada di Wuhan China

* Imbau Masyarakat Jangan Stres, Wabah Corona Belum Ditemukan di Sumut
Redaksi - Selasa, 28 Januari 2020 10:17 WIB
289 view
Edy Rahmayadi Akui Warga Sumut Ada di Wuhan China
SIB/Dok
Gubernur Edy Rahmayadi.
Medan (SIB)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengakui ada warga Sumut di Wuhan, China, salah satu provinsi di China yang pertama kali ditemukan virus corona. Hanya saja belum terdata berapa jumlahnya.

Hal itu disampaikan gubernur kepada wartawan, saat diwawancarai usai menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Pertuni yang digelar di Sekretariat Pertuni Sumut, Jalan Sampul Medan, Senin (27/1).

Dia mengatakan, pihaknya masih mendata jumlah warga Sumut yang berada di Wuhan. "Cuma mereka tak boleh ke luar dari sana, jika mereka terjangkit wabah tersebut mereka harus diobati di sana. Namun sampai saat ini belum ada virus corona itu masuk ke Sumut," katanya.

Dia mengatakan, pengawasan terhadap virus itu akan diperketat, khususnya orang-orang yang datang dari negara-negara yang terkena wabah ini, seperti China. "Soal apakah harus dievakuasi warga Sumut yang tinggal di Wuhan, menurut saya tidak perlu dipulangkan ke Sumut, karena mereka sudah diisolasi," ujarnya lagi.

Dia kembali menegaskan, di Indonesia termasuk Sumut, belum ditemukan virus corona (novel coronavirus/nCoV). Setidaknya kepastian itu telah dicek Edy Rahmayadi hingga Senin (27/1).

Dia juga membenarkan ada salah seorang warga yang diperiksa di RSUPH Adam Malik Medan, kemarin. Namun menurutnya seseorang itu bukan terkena virus corona.

Dia pun mengimbau masyarakat Sumut jangan stres karena wabah corona itu. "Masyarakat jangan gundah, jangan emosional dan jangan stress. Berikan kesempatan petugas untuk melakukannya (menanganinya)," ujar Edy.

Disebutkan, Pemprov Sumut sudah melakukan langkah-langkah antisipasi masuknya virus corona ke Sumut, yakni dengan memperketat pemeriksaan orang yang datang dari luar negeri. Hal itu dilakukan bekerjasama dengan petugas KKP di pintu-pintu masuk Sumut dan kerjasama dengan pihak RSUPH Adam Malik Medan.

Ketat
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menegaskan, pihaknya memperketat penjagaan pintu-pintu masuk seperti Bandara Kualanamu, Pelabuhan Belawan dan Tanjungbalai untuk mencegah masuknya virus corona. Demikian juga rumah sakit disiagakan untuk merawat jika ada masyarakat yang terserang virus corona. "Pintu keluar-masuk ke Sumut sudah disiagakan menggunakan detektor yang bisa mendeteksi suhu bahan," ujarnya.

Disebutkan Alwi, keputusan memperketat Bandara dan pelabuhan itu dari hasil rapat tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan Sumut dan Medan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RSUP Adam Malik, RSU USU Bandara dan Angkasa Pura di Lantai 10 Kantor Gubenur Sumut, Senin (27/1), yang mana akan menyiagakan RSUPH Adam Malik sebagai rujukan jika ditemukan penderita virus itu.

Dia juga menegaskan, pihaknya akan terus mengantisipasi penyebaran virus ini. "Kementerian kesehatan juga memberikan catatan kepada kita untuk mengantisipasi penyebaran virus ini. Untuk itu, kita memberikan arahan kepada pemerintah kabupaten-kota untuk terus siaga," lanjutnya.

Alwi meminta masyarakat tidak khawatir terhadap adanya virus corona, sebab virus corona tidak terlalu sulit ditangani. "Jangan panik, ini penyakit yang bisa ditangani, tapi harus segera dilaporkan jika ada penyakit seperti demam tinggi, batuk, sesak napas, apalagi dia baru datang dari negara lain, agar segera memeriksakan diri," jelasnya. (M11/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru