Medan(harianSIB.com)
Video pengakuan keluarga almarhum Reza Valentino Simamora viral di media sosial dan mengungkap kisah pilu di balik meninggalnya pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumatera Utara tersebut. Hingga kini, keluarga mengaku belum menerima hak-hak almarhum, termasuk asuransi kecelakaan kerja.
Ayah korban, Saut Tarulitua Simamora, menyampaikan hal itu saat mendatangi basecamp Forwakum di Jalan Candi Prambanan, Kota Medan, Kamis (16/4/2026).
Menurut Saut, anaknya berangkat ke Korea Selatan melalui skema Government to Government (G to G) setelah mengikuti pelatihan di LPK Karanganyar pada Desember 2024. Pada Maret 2025, Reza dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat sebelum diberangkatkan ke Korea Selatan pada pertengahan Maret 2025.
"Setelah sampai di sana, belum sampai dua minggu anak saya sudah mengeluh. Katanya jam kerja tidak jelas, berangkat jam tiga pagi, pulang jam dua belas malam. Istirahat cuma dua jam," ujar Saut.
Baca Juga:
Ia menjelaskan, anaknya bekerja di kapal penangkapan ikan. Kondisi kerja yang berat, kata dia, membuat sejumlah pekerja asal Indonesia tidak sanggup bertahan hingga memilih kabur dan mencari pekerjaan lain.
"Anak saya bilang, banyak yang tidak kuat. Ada kawannya yang kabur dan pindah kerja ke tempat lain," katanya.