Tanah Jawa (SIB)
Pembangunan jalan provinsi jurusan Siantar-Tanah Jawa tepatnya di Pondok 8 Nagori Marubun Jaya Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun berbiaya Rp 4.801.110.864 belum selesai.
Amatan SIB di lokasi, Selasa (3/3) tampak kondisi jalan provinsi tersebut seperti terbengkalai. Hanya pembangunan bronjong dan tembok penahan saja yang selesai dikerjakan.
Sementara dalam plank disebutkan, nama kontrak pembangunan turap, talud, bronjong dengan nomor kontrak 602/UPTJJS-DBMBK/KPA/1475/VII/2019 tanggal kontrak 17 Juli 2019 dan nilai kontrak Rp 4.801.110.864 masa pelaksanaan 150 hari kalender dikerjakan CV Husiba dan konsultan CV Gamma'91.
Informasi dihimpun SIB dari sejumlah warga Supriono, R Gultom, Jekki dan Hermanto mengatakan, pihaknya sangat kecewa kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang dinilai gagal dalam pelaksanaan pembangunan jalan provinsi jurusan Siantar-Tanah Jawa yang sudah dibangun sejak tahun lalu dan belum juga selesai dikerjakan.
Menurut Gultom, dengan besarnya anggaran yang mencapai Rp 4,8 miliar, pembangunan jalan ini harusnya sudah selesai. Namun karena Pemprovsu terkesan setengah hati untuk memperbaiki, akibatnya pembangunan jalan menjadi mangkrak. Padahal sudah hampir setahun dikerjakan sejak longsor.
Supriono menyebut mangkraknya pembangunan jalan ini sangat berdampak kepada pertumbuhan perekonomian masyarakat Kecamatan Tanah Jawa. “Banyak kerugian yang dialami masyarakat. Salah satunya, efisiensi angkutan terganggu, karena di lokasi masih dilakukan sistem buka tutup untuk kendaraan roda empat yang akan melintas dari jembatan Bailey. Sementara kendaraan roda dua masih tetap diarahkan untuk melewati jalur yang telah dibuat masyarakat dari areal perkebunan. Sehingga yang sebelumnya hanya memakan waktu sekitar 30 menit dari Tanah Jawa ke Siantar, menjadi 45 hingga 50 menit jarak yang ditempuh,†katanya.
Bukan itu saja, dulunya tronton bisa lewat dari jalan ini dengan tonase 25 ton dan hanya memerlukan waktu 1 jam. Namun karena jalan belum diperbaiki dan masih jembatan Bailey, terpaksa pengusaha harus rela mengganti tronton menjadi colt diesel yang hanya bermuatan 8 ton agar bisa melintasi jalan tersebut.
Karena itu, mereka meminta Pemprovsu serius menangani kondisi jalan jurusan Siantar-Tanah Jawa yang telah longsor berulang kali namun belum juga ada penyelesaian tersebut.
Terpisah, Kontraktor CV Husiba, Anwar ketika dikonfirmasi melalui telepon selular terkait pembangunan jalan jurusan Siantar-Simalungun yang mangkrak, mengatakan, pekerjaannya sudah selesai.
"Kalau pekerjaan yang pertama memang anggarannya Rp 4,8 miliar, tetapi karena perencanaan awal tidak bisa dilanjutkan, maka dibuatlah bronjong untuk pembuatan jembatan darurat. Jadi kontrak kami terakhir bukan Rp 4,8 miliar, jadi sekitar Rp 3,8 miliar dan saat ini sedang proses tender untuk pembangunan jembatan," ungkapnya.
Bukan Mangkrak
Selain itu, Kabid Pembangunan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Prov Sumut Ir M Husin MM kepada wartawan, Rabu (4/3) di Medan mengatakan, pembangunan jalan provinsi jurusan Siantar-Tanah Jawa di Pondok 8 Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun berbiaya Rp 4.801.110.864 bukan mangkrak. “Selama itu, jalan ini sudah dikerjakan dengan menggunakan APBD Pemprov Sumut dan tahun 2021 kembali akan dikerjakan dengan menggunakan APBD Prov Sumut juga,†katanya.
Menurut dia, lokasi pembangunan jalan provinsi jurusan Siantar-Tanah Jawa di Pondok 8 Nagori Marubun Jaya ini sangat rawan longsor dan banjir dari hulu sungai di Kebun Marihat PTPN 4, Nagori Marubun Jaya, Tanah Jawa, Simalungun. Bahkan sudah banyak anggaran dari Pemprov Sumut dikucurkan untuk membangun jalan dan jembatan di wilayah itu. "Tahun 2019 saja, kita sudah dua kali mengerjakan tapi hancur karena diterjang banjir," katanya.
Selain mengakibatkan longsor, kata dia, banjir karena curah hujan yang tinggi itu, juga telah merubuhkan jembatan box culvert yang dibangun Pemprov Sumut sebelumnya, di mana jembatan itu selama ini menjadi satu-satunya yang menghubungkan dari dan ke Tanah Jawa-Pematangsiantar. Selain itu, banjir juga merusak jalan provinsi. "Begitu juga dengan jembatan bally yang kami bangun kemarin itu menggantikan box culvert yang rubuh dihantam banjir, juga rusak. Itu karena debit air sangat tinggi yang datang dari hulu kebun PTPN4," ujarnya.
Kemudian, lanjutnya, banjir juga mengancam keselamatan jiwa warga dan merusak perkampungan, rumah warga maupun pertanian warga setempat. "Untuk itu sesuai arahan Pak Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah, kepentingan dan keselamatan masyarakat harus kita utamakan dan untuk itu perlu penanganan melibatkan semua pihak terkait dan kami minta agar warga bersabar karena persoalan ini dalam penanganan," ujarnya.
Dia juga memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan 3 sodetan agar air mengalir ke Sungai Bah Birong dan agar air tidak mengalir ke jalan provinsi. "Dan kami dalam lima tahun ini sebenarnya mengalokasikan banyak dana untuk mengatasi persoalan ini," ujarnya.
Dia kembali menjelaskan, baik Pemprov Sumut, Pemkab Simalungun dan masyarakat sekitar sangat tahu kondisi dan tantangan dalam membangun jalan di lokasi itu. "Hujan lebat satu jam saja, sudah langsung banjir besar dari hulu sungai karena memang wilayah ini sangat gampang terkena air sungai. Makanya kita berupaya terus mengatasi masalah ini," katanya.
Karena itu, lanjut dia, untuk anggaran tahun 2021, Pemprov Sumut akan membangun jembatan plat beton bentang 25 meter menghindari gerusan air sungai, yang setiap hujan lebat datang menerjang jalan dan jembatan di jurusan Siantar-Tanah Jawa di Pondok 8 Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun ini.
"Saya kira para pekerja proyek yang membangun jalan dan jembatan itu, kalau ditanya mereka, apa penyebab cepatnya rusak jalan dan jembatan itu, mereka pasti tahu itu, penyebabnya adalah banjir. Jadi kalau ada yang mengatakan, Pemprov Sumut setengah hati membangun jalan dan jembatan itu, itu tak benar dan kami tepat serius menyelesaikan pembangunan jalan dan jembatan itu, karena jalan dan jembatan itu adalah sumber perekonomian masyarakat sekitar," katanya. (S13/M11/d)