Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Dikritik, Finalis Puteri Indonesia Salah Lafalkan Pancasila

BPIP : Perlu Upaya Lebih Agar Generasi Muda Hafal Pancasila
Redaksi - Minggu, 08 Maret 2020 09:40 WIB
438 view
Dikritik, Finalis Puteri Indonesia Salah Lafalkan Pancasila
SIB/Dok
Kecupan Rr Ayu Maulida Putri: Peraih Gelar Puteri Indonesia 2020 Rr Ayu Maulida Putri, Jumat (5/3) beroleh kecupan dari rivalnya, Putu Ayu Saraswati dari Bali yang menempati 1st Runner Up Puteri Indonesia 2020 / Puteri Indonesia Lingkungan 2020 d
Jakarta (SIB)
Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo mengomentari Finalis Puteri Indonesia 2020 dari Sumatera Barat, Louise Kalista Iskandar, yang tidak berhasil melafalkan Pancasila dengan sempurna. Menurut Benny, ke depan hal ini perlu jadi perhatian khusus.

"Perlu dalam ajang finalis Puteri Indonesia dibekali materi mengenai nilai Pancasila dalam hal ini perlu ke depan diperbaiki sistem pengajaran dan nilai kebangsaan diajarkan. Dalam persiapan dan membangun karakter nilai-nilai Puteri Indonesia," ucap Benny saat dihubungi, Sabtu (7/3).

Benny belum mengetahui apakah ada sistem pendidikan dan pengajaran Pancasila di ajang Puteri Indonesia. Namun, menurutnya, penting untuk menanamkan nilai Pancasila kepada para finalis Puteri Indonesia.

"Hanya mengusulkan ke depan, dalam pengembangan kepribadian Puteri Indonesia perlu dibekali mengenai nilai-nilai keutamaan (Pancasila). (Sehingga) menjadi pioner dalam mengarusutamakan Pancasila," kata Benny.

Benny bercerita, tidak hafal Pancasila menjadi fenomena setelah Orde Baru tumbang. Perlu upaya lebih agar generasi muda menjadi hafal Pancasila.

"Masalahnya, hampir setelah Reformasi mata pelajaran Pancasila ditiadakan. Akibatnya, generasi pasca-reformasi tidak hafal lagi Pancasila. Ke dua, faktor setelah Reformasi, bagaimana pembumian Pancasila bukan model seperti Orde Baru yang doktrinal," kata Benny.

"Tetapi, menyentuh anak zaman-nya. Dalam proses peralihan, hal seperti itu bisa terjadi karena Pancasila menjadi cara berpikir, bertindak, berperilaku, berelasi, tidak menjadi kesadarannya. Maka dibutuhkan sekarang, lewat peristiwa ini bagaimana Pancasila diajarkan lagi secara massif lewat pendidikan," kata Benny.

Benny memberikan pekerjaan rumah bagi media massa dan media sosial untuk membumikan kembali Pancasila. Sehingga, Pancasila bisa tersebar dengan masif di Indonesia.

"Di sinilah peranan media massa dan media sosial untuk menghadirkan Pancasila ke ruang publik. Ruang publik tiap hari, nilai Pancasila dibatinkan dalam perilaku hidup sehari-hari. Dengan sendirinya (Pancasila) menjadi keutamaan hidup dan hal seperti itu tidak terjadi," kata Benny.

Diketahui, momen Kalista tidak berhasil melafalkan Pancasila dengan benar itu terjadi di acara Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2020 yang disiarkan langsung di SCTV. Kalista mendapat pertanyaan dari Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet.
"Kita beruntung memiliki Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Pertanyaan saya adalah, apakah Kalista hafal lima sila yang terkandung dalam Pancasila?" tanya Bamsoet.

MC Choky Sitohang memberikan waktu kepada Kalista dalam waktu 30 detik untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kalista berhasil menjawab sila ke-1 sampai sila ke-3 dengan benar, namun ketika sampai di sila ke-4 dan sila ke-5, seperti bingung dan sulit menjawab. Mungkin nervous.

"Terima kasih, Pak," ucap Kalista kepada Bamsoet. Dia lalu mulai melafalkan satu per satu butir Pancasila.

"Nomor empat, kemanusiaan yang...," ucap Kalista yang langsung disambut sorakan penonton.

Meski salah, Kalista tetap mencoba untuk menguraikan isi sila keempat. Sayangnya jawabannya tidak tepat. "Kemasyarakatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan, dalam permusyawaratan per.. masyarakat, perwakilan," sambung dia.

Kesalahan perempuan berusia 21 tahun ini masih berlanjut saat dia melafalkan sila kelima. "Lima, kemanusiaan sosial yang adil dan beradab," kata Kalista sembari disambut sorakan penonton.

Meski demikian, Bambang tetap mencoba memberi apresiasi kepada Kalista yang sudah mau berusaha menjawab pertanyaannya. "Terima kasih Kalista, Anda layak menang," ucap Bambang.

Pengucapan sila yang kurang benar dibenahi Ketua MPR yang duduk berdampingan dengan juri lain, tapi massa di ruangan kadung menyoraki. Penilaian lainnya adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang bersama Miss Universe 2015 Pia Wurtzbach.

Kriteria 3B yakni Brain (kecerdasan), Beauty (penampilan menarik) dan Behavior (perilaku baik) menjadi parameter utama di kontes kecantikan yang digelar oleh Yayasan Puteri Indonesia ini.

Puncak pemilihan Puteri Indonesia 2020 sangat meriah. Selain kehadiran pesohor dunia seperti Miss Universe 2019 Zozibini Tunzi, Miss International 2019 Sireethorn Leearamwat dan Miss Supranational 2019 Anntonia Porsild, juga kemunculan Bunga Citra Lestari, Afgan dan Isyana Sarasvati.

Penjelasan Kalista
Sementara itu, Kalista lewat akun Instagram-nya @kalistaiskandar seperti dilihat, Sabtu (7/3) memberi penjelasan dalam bahasa Inggris lewat fitur Instastory.

"The biggest thing to take from tonight is that it's okay to br nervous as long as you continue to hold your head up high and stay proud of you are (Pelajaran terbesar yang dapat diambil dari malam ini adalah tidak apa-apa untuk gugup selama kamu terus mengangkat kepalamu dan tetap bangga pada dirimu," tulisnya.

Kalista menyatakan bahwa ia tak ingin terlalu memikirkan kesalahannya tersebut. Ia merasa tetap bangga terhadap pencapaiannya di ajang Puteri Indonesia sejauh ini.

"This will be something for me to learn from. It isn't the end of my journey, it's just the beginning. Stay safe, stay proud of who you are, and stay kind of each other," imbuhnya.

Puteri Indonesia
Rr Ayu Maulida Putri meraih gelar Puteri Indonesia 2020 di grandfinal di Jakarta, Jumat (5/3). Perempuan manis wakil dari Jawa Timur itu mengungguli Putu Ayu Saraswati dari Bali yang menempati 1st Runner Up Puteri Indonesia 2020 / Puteri Indonesia Lingkungan 2020 dan Jihane Almira Chedid dari Jawa Tengah yang berada di 2nd Runner Up Puteri Indonesia 2020/Puteri Indonesia Pariwisata 2020.

Ketiganya menyingkirkan tiga finalis lain di enam besar yakni Kalista Iskandar (Sumatera Barat), Angel Virginia Boelan (Nusa Tenggara Timur) dan Yoan Clara Teken (Maluku). Perwakilan Sumut Meghna Sharma masuk dalam Top 11 Puteri Indonesia 2020. Keistimewaan kali ini, tidak ada satupun dari 6 perempuan cantik perwakilan dari Jakarta berada dalam babak terbaik.

Meski sudah ditetapkan, di dunia maya masih mengemuka kontroversi pemilihan dan kejadian lupa mengucapkan sila Pancasila Kalista Iskandar.

Puteri Sumatera Barat itu sebelumnya dijagokan meraih posisi terhormat. Ketika berada di 6 besar.

Puteri Indonesia 2020 akan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2020. "Tidak tahu mimpi apa semalam sampai bisa menang, karena jujur aja, aku baru tidur jam empat pagi. Jam tujuh sudah bangun lagi. Tapi saya percaya ini berkat doa ibu dan kakak saya," katanya seperti disiarkan WollyPop.Com.

Sebelum menjadi terbaik di ajang tersebut, sarjana hukum ini sudah menjadi model sejak usia 14. Di industri kecantikan membuatnya menjadi pribadi yang pantang menyerah berani dan mandiri.

Ia memiliki advokasi bernama Senyum Desa yang didirikannya bersama teman pada 2018. Tujuannya untuk mencari solusi dari permasalahan desa dengan program-program yang mereka buat meliputi pemberdayaan perempuan dan anak-anak desa.

Mereka juga memberikan pembekalan tentang pentingnya pendidikan dengan memberikan penyuluhan dan seminar dan memberikan bantuan fasilitas fasilitas pendidikan seperti buku dan perpustakaan mini. (detikcom/T/r10/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru