Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Panglima di Depan Anggota TNI-Polri: Ancaman Terberat Corona Adalah Hoax

* TNI Minta Disiapkan 50 Ruang Isolasi di RS Khusus Corona di Pulau Galang
Redaksi - Senin, 09 Maret 2020 09:24 WIB
270 view
Panglima di Depan Anggota TNI-Polri: Ancaman Terberat Corona Adalah Hoax
Ant/Fakhri Hermansyah
KUNJUNGAN PANGLIMA TNI : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan pengarahan kepada anggota TNI dan Polri di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (8/3/2020). Kunjungan tersebut dalam rangka rencana pembangunan rumah
Batam (SIB)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan ancaman biologi yang terjadi seperti wabah virus Corona COVID-19. Masih terkait Corona, Hadi menyebut masalah yang tengah dihadapi adalah hoax.

"Ancaman biologi yang saat ini kita hadapi adalah wabah COVID-19. Kita sebagai anggota TNI dan Polri harus bijaksana menghadapi ancaman biologi ini yang menggunakan infrastruktur adalah HP. Ancaman yang terberat dari COVID-19 ini adalah hoax, stigma, berita-berita yang tidak jelas inilah yang harus kita luruskan kepada masyarakat Indonesia," ujar Hadi.

Hal ini disampaikan Hadi di hadapan para prajurit TNI-Polri di Pulau Galang, Kepulauan Riau, Minggu (8/3). Hadi pun mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir dalam menghadapi wabah virus yang sedang menyebar di berbagai negara itu. Meski COVID-19 cepat penyebarannya, dia memastikan semuanya dapat diantisipasi.

"Tidak perlu takut untuk menghadapi COVID-19 ini, Tapi kita harus mengikuti koridor yang sudah ditentukan oleh WHO oleh pemerintah. Apa yang disampaikan bahwa Corona memang penyebarannya begitu cepat, namun kita bisa mengantisipasi untuk bisa menghadapi Corona tersebut," imbaunya.

"Berbagai cara oleh pemerintah sudah disampaikan bagaimana kita bisa menghindari Corona, namun kita juga harus waspada dan mengantisipasi terkait dengan COVID-19 ini," sambung Hadi.

50 Ruang Isolasi
Pemerintah berencana membangun rumah sakit (RS) khusus virus Corona atau COVID-19 di Pulau Galang. TNI telah mengajukan supaya bisa dibangun 50 ruang isolasi di rumah sakit tersebut.

"Saya siang ini dengan Pak Kapolri dan Pak Kepala BNPB hadir di Pulau Galang ini, khususnya di camp bekas pengungsi Vietnam, yang rencananya akan dibangun satu rumah sakit khusus yang punya 2 fasilitas, yaitu fasilitas untuk observasi dan fasilitas untuk isolasi," kata Hadi.

Hadi menuturkan pihaknya sudah mengajukan untuk disiapkan 50 ruang isolasi di RS tersebut. Nantinya, sebut dia, ruangan tersebut akan dilengkapi dengan filter HEPA (high-efficiency particulate air) serta oksigen.

"Kemudian kita sudah mengajukan untuk disiapkan rumah sakit ini dengan kapasitas 1.000 tempat tidur dan ditambah 50 ruang isolasi dengan bertekanan negatif dan dilengkapi oleh filter HEPA dan termasuk di dalamnya ada oksigen dan kamar mandi di dalam ruangan sebanyak 50," tutur Hadi.

Hadi menjelaskan, dari 50 ruang isolasi tersebut, 30 merupakan ruangan non-ICU. Dia memastikan 50 ruang isolasi tersebut sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.

"Dan 50 itu nanti akan digunakan 30-nya non-ICU dan 20 digunakan untuk ICU. Maka nantinya, apabila kita menampung 1.000 pasien di sini, kita juga punya fasilitas untuk memberikan pengobatan dan sudah memberi standar karena ruangan itu bertekanan negatif," jelasnya.

"Filternya juga menggunakan standar HEPA dan di dalamnya juga sudah lengkap dengan oksigen dan kamar mandi sehingga proses penyembuhan nanti diharapkan bisa selesai," lanjutnya.

Hadi berharap RS khusus observasi dan isolasi itu segera dapat direalisasi. Para tenaga medis yang akan bertugas di sana nantinya berasal dari TNI-Polri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), juga masyarakat yang memiliki keahlian medis.

"Mudah-mudahan RS khusus ini segera terealisasi dan tenaga medis nya juga berdasarkan desk COVID-19 dari TNI dari Polri kemudian dari Kemenkes dan dari kelompok masyarakat yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Kami mohon doanya supaya segera terealisasi RS khusus tersebut," harap Hadi.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bicara mengenai keistimewaan Rumah Sakit (RS) khusus untuk corona di Pulau Galang. Menurut Hadi, RS ini ideal untuk dipergunakan sebagai tempat observasi dan isolasi karena tempatnya yang strategis.

"Pulau Galang adalah salah satu tempat ideal yang nantinya akan dibangun satu rumah sakit khusus. Rumah sakit yang memiliki fasilitas sebagai observasi dan fasilitas sebagai isolasi. Tempatnya sangat ideal di tengah hutan. Jarak dengan penduduk kurang-lebih 2-3 km," ujar Hadi. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru