Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Tataniaga Rotan Amburadul

* Produksi Rotan Melimpah tapi Langka di Industri Furniture
Redaksi - Senin, 09 Maret 2020 10:12 WIB
234 view
Tataniaga Rotan Amburadul
TipsRumah.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut Drs Unggul Sitanggang MSi mengatakan, produksi rotan di Sumut melimpah, tetapi langka di industry furniture. Hal itu disebabkan masalah tata niaga, dimana di tingkat hulu produksi rotan melimpah namun di hilir atau di industri mengalami kelangkaan bahan baku.

“Artinya ini ada yang missing link karena di hulu produksinya melimpah sementara industri furniture kekurangan bahan baku,” kata Unggul kepada SIB, Jumat (6/3) usai meninjau industri furniture berbahan baku rotan yang dikelola Koperasi Rotan Tamba Jaya bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung SE MA.

Menurut Unggul, akibat produksi rotan yang melimpah itu diduga terjadi penyeludupan ada masalah dalam tata niaga rotan yang harus segera diselesaikan.

“Kami dan sejumlah pelaku industri furniture berbahan baku rotan seluruh Indonesia telah rapat dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk membahas tataniaga rotan itu di Jakarta. Industri tidak bisa menyerap seluruh produksi rotan setengah jadi, hanya sekitar 30 persen. Ada kebijakan di hulu dan hilir yang tidak pas. Di hulu harga murah karena produksinya melimpah sedangkan di hilir harganya mahal karena kelangkaan pasokan kata menteri,” katanya.

Menteri telah meminta agar para dinas, pengusaha dan petani dari daerah penghasil rotan segera membuat data yang valid agar dapat diambil kebijakan paling tepat untuk jangka pendek dan jangka panjang. Petani dan pengolah rotan serta industri furniture harus sama-sama kembang sehingga rotan menjadi komoditi yang menguntungkan.

Menteri menekankan rotan seharusnya jadi produksi unggulan karena Indonesia adalah produsen rotan terbesar dunia. Namun faktanya negara lain menjadi eksportir produk furniture berbahan baku rotan yang cukup besar. (M12/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru