Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Kapolri soal Penanganan Karhutla: Kalau Kerja Nggak Baik, Saya Singkirkan

* Atasi Karhutla,Panglima TNI-Kapolri Rilis Lancang Kuning Nusantara
Redaksi - Selasa, 10 Maret 2020 09:52 WIB
284 view
Kapolri soal Penanganan Karhutla: Kalau Kerja Nggak Baik, Saya Singkirkan
Ant/Rony Muharrman
PELUNCURAN APLIKASI : Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan), Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kanan), Gubernur Riau Syamsuar (kedua kiri) dan Wakil Menteri LHK Alue Do
Pekanbaru (SIB)
Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan dirinya akan menyingkirkan anggota-anggotanya yang kinerjanya dinilai kurang baik dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Idham menuturkan sudah lelah berteori.

"Kalau saya ini yang jelas-jelas saja, capek kalau terlalu banyak teori. Jadi kalu kerja baik saya reward, kalau kerja nggak baik, saya singkirkan," kata Idham dalam acara peresmian aplikasi Lancang Kuning Nusantara di Balai Serindit Aula Gubernuran, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Riau, Senin (9/3).

Idham lalu mengungkapkan apresiasinya kepada Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi sebagai inisiator Aplikasi Lancang Kuning, dan jajarannya. Idham merasa perintahnya direspon dengan cepat dan tepat.

"Saya merasa sangat respect sama Kapolda Riau ini, sebagai pimpinan Polri saya mengapresiasi. Begitu juga kepada Wakapolda dan seluruh pejabat utama tentang apa yang telah kalian kerjakan," ujar Idham.

Idham bercerita beberapa waktu lalu dirinya meminta Asisten Kapolri bidang Operasi (Asops), Irjen Herry Rudolf Nahak, untuk memerintahkan seluruh Wakapolda, yang di wilayahnya terdapat karhutla, agar mempelajari aplikasi Lancang Kuning ke Polda Riau. Idham mengaku senang hal itu dikerjakan dalam waktu satu bulan saja.

"Untuk menunjukkan keseriusan itu, saya pengen Asops perintahkan seluruh Wakapolda yang ada karhutla, datang, belajar ke Riau dan saya nggak mau waktu yang lama. Satu bulan kemudian saya bersama Panglima (Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto) datang lagi ke sini untuk meresmikan peluncuran dashboard," tutur Idham.

Idham berharap setelah aplikasi Lancang Kuning Nusantara diresmikan, para Kapolda yang di daerahnya mengalami masalah karhutla saling bahu membahu bersama TNI serta masyarakat sekitar. Idham menekankan masalah karhutla ini bukan adalah masalah global.

"Saya berharap setelah peluncuran ini para Kapolda yang betul-betul mengalami masalah karhutla supaya bergandengan tangan Bersama TNI dan seluruh komponen masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Permasalahan ini sudah bukan permasalahan biasa, tapi sudah permasalahan nasional bahkan global," ucap dia.

Idham juga menegaskan dirinya dan Hadi intens mengamati kerja para anggotanya dalam penanganan karhutla. Idham menekankan kepada para aggota untuk mematuhi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya kira teman-teman semua hadir ketika bapak Presiden memberi ultimatum terhadap penanganan karhutla. Kalau Bapak Panglima dan saya ke mana-mana, intens mengamati melihat benar tidak penanganan ini, itu karena kita menjabarkan perintah Bapak Presiden dan kita hanya satu, kita tegak lurus sama Bapak Presiden," tegas dia.

Rilis Lancang Kuning Nusantara
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Idham Azis menghadiri peluncuran aplikasi Lancang Kuning Nusantara atau Dashboard Nusantara. Aplikasi tersebut diluncurkan dalam rangka mengatasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan, dengan aplikasi ini, titik karhutla dapat dipantau. Melalui aplikasi ini pula, kata dia, penanganan karhutla juga bisa terpantau.

"Hari ini akan melihat secara langsung bagaimana aplikasi yang nanti akan kita sampaikan akan kita pahami bersama cara-cara untuk menanggulangi kebakaran hutan. Aplikasi ini tentunya untuk kita bisa memantau dengan satelit nanti kita ada satu dashboard di suatu operator ya nanti kita bisa melihat ya, bisa melihat misalnya ada kebakaran hutan di titik mana nanti bisa kita lihat di sana," jelas Argo.

"Nanti kita lihat nanti di sana ada petugas dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa di sana yang dibawa komando dari Kapolsek dan Danramil bisa melihat bisa mengetahui secara langsung dari petugas di lapangan dengan operator. Jadi kita bisa menanyakan kegiatannya apa yang dilakukan bisa tau semuanya," sambungnya.

Selain mengetahui titik karhutla, aplikasi itu juga dapat mengetahui arah angin. Kemudian, kata Argo, melalui dashboard nusantara dapat diketahui kebutuhan air yang diperlukan untuk memadamkan karhutla yang terdeteksi.

"Jadi kita bisa tahu arah angin seperti apa kemudian beberapa kebutuhan daripada air yang harus kita siapkan semuanya kita pantau dengan aplikasi ini," kata Argo. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru