Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 03 Agustus 2026

Gempa Kembali Guncang Pasaman Barat, 10 Ribu Orang Mengungsi

Redaksi - Minggu, 27 Februari 2022 09:28 WIB
507 view
Gempa Kembali Guncang Pasaman Barat, 10 Ribu Orang Mengungsi
Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi
RUSAK: Suasana ruang sekolah Madrasah Islam Swasta Al-Wahid yang rusak akibat gempa bumi di Kampung Tengah, Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Sabtu (26//2). 
Pasaman Barat (SIB)
Gempa kembali terjadi di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Gempa darat kali ini berkekuatan magnitudo (M) 4,7.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi Jumat (25/2) pada pukul 22.17 WIB.

Gempa dilaporkan terjadi di darat pada kedalaman 8 kilometer.

"Pusat gempa berada di darat 8 km tenggara Talu, Pasaman Barat," tulis @infoBMKG.

Getaran gempa terasa di berbagai wilayah di sekitar Pasaman Barat, Sumatera Barat. Wilayah Padang Panjag, Lubuk Sikaping, Lima Puluh Kota, dan Payakumuh dilaporkan merasakan kekuatan gempa MMI II.

Kekuatan MMI II artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga kini belum ada laporan terkait dampak akibat gempa ini.

Tewas
Jumlah korban jiwa dari gempa di Sumatera Barat kini mencapai 10 orang. Jumlah itu adalah hasil perhitungan dari wilayah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

"Kita pastikan sampai satu jam yang lalu, korban jiwa itu enam orang di Kabupaten Pasaman. Kita temukan satu lagi jenazah dari lima yang dilaporkan hilang," kata Bupati Pasaman, Benny Utama, dalam siaran jumpa pers via kanal YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (26/2).

"Empat orang lagi belum kita temukan. Terus kita upayakan pencariannya," kata Benny Utama.

Di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, terhitung ada empat orang meninggal akibat gempa itu. Di luar itu, ada puluhan orang yang sakit.

"Warga kita yang meninggal empat orang, yang sakit 42 orang, dirawat di Puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit," kata Bupati Pasaman Barat, H Hamsuardi.

Jumlah pengungsi di Kabupaten Pasaman Barat mencapai 10 ribu orang. Sebagian pengungsi ada di halaman Kantor Bupati. Posko utama didirikan di Rumah Dinas bupati.

"Kita telah mendapat bantuan berbagai pihak, kita menerima Rp 500 juta rupiah, dari BNPB, Bank Indonesia, PLN, dan rekan-rekan Bupati, Walikota Sumatera Barat, diantar Pak Wali Kota Parimanan, dan juga kiriman dari daerah-daerah lain," kata dia.

Dampak Kerusakan
Total kerusakan yang dipicu gempa antara lain 103 unit rumah rusak berat, 5 unit rusak sedang, 317 unit rusak ringan, 3 unit fasilitas pendidikan rusak berat, hingga aula bupati Pasaman Barat yang mengalami kerusakan ringan.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam gempa bumi melalui SK bernomor 188.45/160/BUP-PASBAR/2022. Masa tanggap darurat akan berlaku selama 14 hari mulai 25 Februari hingga 10 Maret 2022.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak antara lain terpal dan tenda pengungsian, makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan keluarga. Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto bersama jajaran dan perwakilan Komisi VIII Lisda Hendarjoni telah berada di lokasi terdampak dan diterima Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi hari ini.

Trauma Healing
Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan penyembuhan trauma atau trauma healing kepada anak-anak korban gempa di Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar). Kemensos berharap anak-anak korban gempa kembali ceria.

Trauma healing dilakukan di posko yang berada di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Sabtu (26/2).

"Hari ini kami melakukan namanya LDP (layanan dukungan psikososial) bagi anak-anak yang terdampak gempa di Pasaman Barat. Mudah-mudahan dapat menghilangkan rasa trauma pada anak-anak ini," kata Pelaksana Kepala Sentra Handayani Kemensos RI, Sulis Tya, kepada wartawan.

Dia tim LDP berbaur dengan puluhan anak-anak di tenda pengungsian. Anak-anak yang mayoritas merupakan pelajar SD itu diajak bermain tebak-tebakan hingga bernyanyi.

"Kami harapkan tentunya anak-anak ini tetap ceria. Kami ajak melakukan permainan, menyanyikan lagu-lagu gembira dan kemampuan diri anak-anak," ujarnya.

Sulis mengatakan, trauma healing bakal dilakukan bertahap. Dia menyebut anak-anak korban gempa harus tetap gembira.

"Mudah-mudahan trauma mulai hilang. Mereka harus gembira," tuturnya.

Guncang Bengkulu
Sementara itu, gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,1 terjadi di Enggano, Bengkulu. Gempa terjadi pada kedalaman 18 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi Sabtu (26/2) pukul 06.58 WIB. Gempa dilaporkan terjadi sejauh 77 kilometer arah barat laut dari Enggano.

"Tidak berpotensi tsunami," tulis @infoBMKG.

Titik koordinat gempa tercatat di 4,92 Lintang Selatan (LS) dan 101,72 Bujur Timur (BT). Hingga saat ini belum ada informasi berkaitan dengan dampak akibat gempa tersebut. (detikcom/f)
Sumber
: KORAN SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru