Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 03 Agustus 2026

Gempa M 4,9 Kembali Terjadi di Pasaman Barat, Pengungsi Mulai Terserang Penyakit

Redaksi - Selasa, 01 Maret 2022 09:36 WIB
374 view
Gempa M 4,9 Kembali Terjadi di Pasaman Barat, Pengungsi Mulai Terserang Penyakit
Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi
PENCARIAN KORBAN LONGSOR : Petugas gabungan dari Basarnas Padang, TNI, Polri, BPBD dan dibantu masyarakat melakukan pencarian korban longsor di jorong Guguk Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Mingg
Jakarta (SIB)
Gempa bumi kembali mengguncang Pasaman Barat, Suamtera Barat (Sumbar). Kali ini gempa berkekuatan magnitudo (M) 4,9.

"Pusat gempa berada di darat 7 km barat laut Talu, Pasaman Barat," tulis BMKG melalui akun Twitter resminya, Minggu (27/2).

Gempa terjadi sekitar pukul 02.08 WIB. Gemap ada pada kedalaman 10 kilometer.

Titik koordinat gempa berada pada 0,23 lintang utara dan 99,91 bujur timur.

Gempa dirasakan pada skala MMI IV di Pasaman Barat. Pada skala ini gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

Terserang Penyakit
Para pengungsi korban gempa di Kabupaten Pasaman Barat, mulai terserang berbagai penyakit. Kondisi pengungsian dan cuaca yang tidak menentu membuat mereka rentan terserang penyakit.

Pantauan di lapangan, Senin (28/2), banyak pengungsi yang mendatangi posko kesehatan. Mereka memeriksakan diri sekaligus minta obat karena mulai merasakan sakit.

Salah satu pengungsi yang mulai merasakan sakit adalah Fitri Silsina. Ia membawa anaknya mendapat pengobatan dan pemeriksaan darurat yang disediakan oleh tim dokkes polda Sumbar.

Anak fitri yang baru berusia dua tahun mengalami demam dan batuk pilek. "Demam dan batuk sejak tadi malam," kata Fitri di lokasi pengungsian di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (28/2).

Fitri mengaku harus tinggal di pengungsian karena tempat tinggalnya sudah tidak bisa digunakan lagi. Namun, kondisi di pengungsian membuat anak seusia putrinya rentan terhadap penyakit.

Fitri bersama suami dan dua anaknya merupakan bagian dari 2.000-an korban gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat yang kini menghuni tenda pengungsian utama korban gempa di halaman kantor bupati dan rumah dinas bupati. Selain di tempat pengungsian utama ini, ada 35 titik pengungsian lainnya yang dihuni para korban.

Kondisi cuaca yang sering hujan di malam hari membuat para pengungsi rentan terkena penyakit. Penyakit umum yang sekarang menyerang adalah batuk, pilek, demam, dan hipertensi.

Pihak dinas kesehatan setempat mengaku sudah menyiapkan banyak titik pengobatan untuk masyarakat yang mengungsi, dengan dibantu berbagai pihak, termasuk tim Dokkes Polda, TNI, dan relawan lainnya.

"Di titik-titik pengungsian sudah kita siapkan juga. Saat ini, kebutuhan yang cukup mendesak adalah obat-obatan untuk anak-anak. Untuk kebutuhan sekarang kita terkendala dengan obat batuk. Kalau yang lain terpenuhi," kata Gina Alecia, Kabid P2P Dinkes Pasaman Barat, kepada detikcom.

Gina menyebut, dalam pemeriksaan, penyakit yang diderita pengungsi umumnya adalah demam, batuk pilek, pusing sakit kepala, diare.

Data sementara, dampak gempa bumi di Pasaman Barat menyebabkan 6 orang meninggal, luka berat dan ringan 64 orang, rusak berat dan ringan sementara ini tercatat lebih dari 600 rumah, dan memaksa 12.400 jiwa mengungsi. (detikcom/a)
Sumber
: KORAN SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru