Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 03 Agustus 2026

Banjir Bandang Terjang Pasaman Barat Usai Gempa M 6,1

Redaksi - Rabu, 02 Maret 2022 11:17 WIB
358 view
Banjir Bandang Terjang Pasaman Barat Usai Gempa M 6,1
Foto: Jeka/detikcom
Banjir bandang menerjang Pasaman Barat.
Pasaman Barat (SIB)
Warga di Kajai, Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), kembali diterjang bencana. Setelah gempa M 6,1, warga di Kajai diterjang banjir bandang.

Pantauan, Selasa (1/3), salah satu lokasi yang dilanda banjir bandang adalah kawasan Padang Sawah, Nagari Kajai. Banjir bandang terjadi Senin (28/2) malam setelah hujan lebat mengguyur.

Sungai Batang Nango yang ada di lokasi itu tiba-tiba meluap. Luapan sungai membawa lumpur dan potongan kayu ke area rumah warga.

"Kejadian sekitar pukul 21.00 WIB malam tadi. Setelah hujan lebat itu, datang lumpur-lumpur ini," kata salah seorang warga, Agus Salim.

Agus mengaku sempat mendapat kabar jembatan di dekat rumahnya juga ambruk akibat banjir. Tapi, katanya, kabar itu ternyata hoax.

"Saya cepat-cepat balik, ternyata hoax. Tidak ada jembatan ambruk. Yang ada banjir bandang ini," jelas Agus.

Agus pun membersihkan rumahnya dari material lumpur. "Ya, beginilah sekarang. Setelah gempa, datang pula banjir bandang," katanya.

Komandan Komando Pos Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di Pasaman Barat, Letkol Kav Eri Bhakti mengatakan ada sejumlah bencana ikutan yang terjadi seusai gempa. Dia menyebut ada 11 titik longsor dan banjir bandang di daerah itu setelah gempa.

"Benar, ada kejadian tadi malam, memang jalan tertutup. Sudah diturunkan alat berat untuk membersihkan dan tadi pagi ternyata terjadi 11 titik longsor lagi," kata Eri.

"Sudah pasti akan mengganggu distribusi bantuan kepada pengungsi. Namun kita akan upayakan maksimal," sambungnya.

Gempa Susulan
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan ada lebih dari 160 kali gempa susulan setelah gempa utama di Pasaman Barat.

"Bahwa sampai hari ini kekuatan gempa makin lemah, sudah terekam lebih dari 160 kali gempa-gempa sejak hari pertama," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers virtual, Selasa (1/3).

Dwikorita menjelaskan, dari 160 kali gempa susulan itu, guncangan yang terasa di Pasaman Barat hanya enam kali.

Dwikorita mengungkapkan kekuatan ratusan gempa susulan lainnya lemah.

"Namun yang terasa hanya enam kali. Artinya, yang ratusan kali itu tidak terasa karena terlalu lemahnya, nggak terasa," tuturnya.

Untuk itu, Dwikorita mengimbau warga Pasaman Barat agar kembali ke rumah masing-masing karena gempa susulan yang terjadi tidak membahayakan. Dia menyebut hal itu juga dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19 di tenda pengungsi.

"Sehingga di hari ketiga kami sampaikan ke pemda dan pengungsi bahwa persoalan gempa tidak perlu khawatir lagi, karena gempa makin lemah walau ada susulan sekali sehari. Tapi itu kekuatannya tidak membahayakan," jelas Dwikorita.

"Dipersilakan kembali ke rumahnya daripada desak-desakan ribuan orang dalam tenda, puluhan orang ada bayi, anak kecil, orang dewasa. Ini akan rentan terhadap penularan pandemi," imbuhnya.

Seperti diketahui, gempa M 6,2 di Pasaman Barat, Sumbar, menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah dan getarannya terasa hingga ke Malaysia. Gempa itu parameternya di-update BMKG jadi M 6,1. (detikcom/d)

Sumber
: KORAN SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru