Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 21 Juni 2026

Banjir-Longsor Landa China, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi

Redaksi - Rabu, 22 Juni 2022 09:24 WIB
590 view
Banjir-Longsor Landa China, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi
Foto: CNS/AFP
Dilanda Banjir: Sebagian wilayah China bagian selatan dilanda banjir dan longsor yang dipicu curah hujan terbesar dalam beberapa dekade.
Beijing (SIB)
Curah hujan paling besar dalam beberapa tahun terakhir telah memicu banjir dan tanah longsor di wilayah China bagian selatan. Situasi bencana ini memaksa evakuasi ratusan ribu orang dari rumah masing-masing.

Seperti dilansir AFP, Selasa (21/6), hujan deras yang mengguyur membuat saluran air meluap di dataran rendah Sungai Pearl dalam beberapa hari terakhir, yang mengancam manufaktur, operasional pengiriman dan logistik saat rantai pasokan tertekan akibat pembatasan ketat virus Corona (COVID-19) di China.

Menurut Pusat Meteorologi Nasional China, curah hujan rata-rata di Provinsi Guangdong, Fujian dan Guangxi antara awal Mei hingga pertengahan Juni mencapai 621 milimeter -- angka tertinggi sejak tahun 1961 silam.

Foto-foto yang dirilis media pemerintah China menunjukkan orang-orang berkerumun di kamp-kamp penampungan yang dibangun secara darurat di sekolah-sekolah lokal di kota Shaoguan, Provinsi Guangdong. Ratusan tenda dibangun di area lapangan olahraga.

Di wilayah Guangxi, menurut foto-foto media pemerintah, genangan banjir yang bercampur lumpur merendam area-area perkotaan dan para petugas darurat terlihat mengevakuasi warga desa setempat dengan perahu-perahu karet.[br]

Otoritas Guangdong, pada Senin (20/6) waktu setempat, menyatakan lebih dari 200.000 orang dievakuasi akibat bencana alam ini. Kerusakan yang dipicu banjir dan longsor itu diperkirakan mencapai 1,7 miliar Yuan.

Menurut para pejabat setempat, ratusan ribu orang yang dievakuasi merupakan bagian dari 480.000 orang yang terdampak hujan deras dan banjir.

Otoritas Shaoguan merilis red alert untuk banjir -- peringatan paling serius -- pada Selasa (21/6) pagi waktu setempat, usai beberapa daerah pedesaan dan kota besar Foshan menaikkan level peringatan banjir beberapa hari terakhir.

Laporan media lokal menyebut wilayah Guangxi dilanda banjir terparah sejak tahun 2005. Otoritas meteorologi menyatakan ketinggian air di 28 sungai yang ada di wilayah tersebut telah melampaui batas peringatan, dengan hujan terus mengguyur pada Selasa (21/6) waktu setempat.

Sementara otoritas Provinsi Jiangxi merilis red alert untuk banjir pada Senin (20/6) waktu setempat.

Di Fujian, menurut kantor berita Xinhua, lebih dari 220.000 orang dievakuasi sejak awal bulan ini karena banjir. Awal bulan ini, sedikitnya 21 orang tewas usai banjir yang dipicu hujan deras melanda Provinsi Hubei. Musim panas lalu, banjir menghancurkan melanda Provinsi Henan dan menewaskan sedikitnya 398 orang, serta memicu kerugian ekonomi lebih dari US$ 10 miliar. (detikcom/d)

Sumber
: KORAN SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru