Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Peringatkan Negara Barat, Putin Kerahkan Bom Nuklir ke Belarusia

Redaksi - Senin, 19 Juni 2023 10:05 WIB
247 view
Peringatkan Negara Barat, Putin Kerahkan Bom Nuklir ke Belarusia
Foto: ABC Australia
Presiden Rusia Vladimir Putin
Moskow (SIB)
Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa bagian pertama senjata nuklir taktis Rusia telah dikerahkan ke wilayah Belarusia. Ditegaskan Putin bahwa pengerahan ini menjadi peringatan bagi negara-negara Barat yang mempersenjatai dan mendukung Ukraina.

Putin menambahkan bahwa pengerahan senjata nuklir taktis Rusia ke Belarusia akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun ini. Seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/6), Putin saat berbicara dalam forum ekonomi utama Rusia di St Petersburg pada Jumat (16/6) waktu setempat, mengungkapkan bahwa hulu ledak nuklir taktis Moskow telah dikirimkan ke wilayah Belarusia, sekutu dekat Kremlin.

Namun demikian, dia juga menekankan bahwa dirinya belum melihat perlunya Rusia menggunakan senjata nuklir untuk saat ini.

"Seperti yang Anda ketahui, kami sedang bernegosiasi dengan sekutu kami, (Presiden Belarusia Alexander) Lukashenko, bahwa kami akan memindahkan salah satu bagian dari senjata nuklir taktis ini ke wilayah Belarusia -- hal ini telah terjadi. Hulu ledak nuklir pertama telah dikirimkan ke wilayah Belarusia. Namun hanya yang pertama, bagian pertama. Tapi kami akan melakukan pekerjaan ini sepenuhnya pada akhir musim panas atau pada akhir tahun ini," ungkap Putin.

Langkah ini menjadi momen pertama kali bagi Moskow mengerahkan hulu ledak nuklir jarak pendek, yang berpotensi digunakan di medan perang, ke luar wilayah Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet.

Ditegaskan Putin, pengerahan semacam itu menjadi peringatan bagi negara-negara Barat yang selama ini memasok senjata dan mendukung Ukraina dalam pertempuran melawan pasukan Rusia. Negara-negara Barat katanya tidak akan bisa membuat Rusia mengalami kekalahan strategis.

"Justru sebagai elemen pencegahan agar semua orang yang berpikir untuk menimbulkan kekalahan strategis pada kami, tidak menyadari keadaan ini," sebut Putin, menggunakan istilah diplomatik untuk kekalahan parah hingga kekuatan Rusia musnah dari panggung dunia selama bertahun-tahun.

Lukashenko yang merupakan sekutu dekat Putin, mengatakan pada Selasa (13/6) lalu bahwa Belarusia mulai menerima pengiriman senjata nuklir taktis Rusia, yang mencakup senjata dengan daya tiga kali lebih kuat daripada bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) di Jepang tahun 1945 silam.


Tidak Terseret Lebih Dalam
Presiden Vladimir Putin juga memperingatkan adanya 'bahasa serius' jika aliansi NATO terseret lebih jauh ke dalam perang Ukraina. Putin juga melontarkan peringatan kepada negara-negara anggota NATO yang terus memasok persenjataan militer untuk Kyiv.

Dalam pidatonya di forum ekonomi St Petersburg, Putin mengatakan Rusia telah menghancurkan banyak tank, termasuk Leopard, di garis depan pertempuran. "Jika peralatan itu berbasis di luar negeri, tetap digunakan dalam pertempuran, kita akan melihat bagaimana cara untuk menyerangnya, dan di mana kita bisa menyerang sarana yang digunakan untuk melawan kita dalam pertempuran. Ini adalah bahaya serius yang semakin menyeret NATO ke dalam konflik militer ini," sebut Putin.

Putin dalam pidatonya juga mengatakan bahwa sejumlah besar senjata nuklir yang dimiliki Rusia akan 'menjamin' keamanannya. Dia bahkan menekankan bahwa Moskow memiliki lebih banyak senjata nuklir dibandingkan negara-negara NATO.

Menurut Asosiasi Pengendalian Senjata, Rusia tercatat memiliki total persediaan sekira 6.250 hulu ledak nuklir pada Januari 2021. Sementara AS tercatat memiliki lebih dari 5.500 hulu ledak nuklir dan dua negara NATO lainnya, yakni Inggris dan Prancis, tercatat masing-masing memiliki 220 dan 290 hulu ledak nuklir.

NATO atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara dibentuk setelah Perang Dunia II untuk mempertahankan negara-negara Barat dari Uni Soviet. Aliansi itu mencakup klausul pertahanan timbal-balik yang menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu anggota, akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.

Ukraina bukanlah anggota NATO, namun beberapa negara anggota NATO mengirimkan pasokan tank, kendaraan lapis baja dan persenjataan lainnya kepada negara itu. Langkah itu memicu ancaman langkah pembalasan dari Rusia.

Tank Leopard 2 buatan Jerman, tank Challenger 2 buatan Inggris dan kendaraan tempur lapis baja Bradley serta Stryker buatan AS termasuk di antara peralatan militer yang telah dikirimkan ke Ukraina. Pada akhir April lalu, Sekjen NATO Jens Stoltenberg menyatakan bahwa sekutu dan mitra NATO telah mengirimkan lebih dari 1.500 kendaraan dan 230 tank ke Ukraina. (Rtr/CNN/detiknews/d)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru