Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026

Jokowi Dipuji Dunia di COP28 UNFCC Terkait Capaian RI

* Dua Menteri Bantah Jokowi Ditinggal Delegasi Walkout
Redaksi - Jumat, 08 Desember 2023 09:34 WIB
246 view
Jokowi Dipuji Dunia di COP28 UNFCC Terkait Capaian RI
(dok Istimewa)
Foto: Jokowi dipuji dunia di COP28 UNFCC 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyampaikan pernyataan nasional (National Statement) pada World Climate Action Summit (WCAS) 2030 yang menjadi rangkaian agenda COP 28 UNFCCC. Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat menyampaikan capaian Indonesia terkait iklim dan lingkungan
Dalam acara itu, Jokowi sempat menyampaikan bahwa Indonesia telah dan terus bekerja keras mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih awal sekaligus menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kemiskinan, dan ketimpangan terus diturunkan secara signifikan, serta lapangan kerja yang terus tercipta. Jokowi juga menegaskan dengan segala keterbatasan, Indonesia terus menurunkan emisi karbon.
Antara 2020-2022, kata Jokowi, Indonesia berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 42 persen dibandingkan dengan perencanaan Business as Usual pada 2015, antara lain melalui perbaikan pengelolaan Forest & Other Land Use (FOLU) serta mempercepat transisi energi menuju Energi Baru Terbarukan.
Penyampaian pernyataan Nasional yang disampaikan oleh Jokowi tersebut pun menuai pujian. Dia mendapatkan apresiasi dari negara-negara lain.
Jokowi juga mendapat apresiasi dalam beberapa forum terkait pencapaian penurunan emisi, khususnya terkait dengan restorasi mangrove dan penurunan deforestasi. Untuk pertama kalinya, penyampaian National Statement COP UNFCCC dilaksanakan di dua ruang terpisah, dengan audiens yang terbagi dua. Selain itu juga, berbagai pertemuan side events dan pertemuan bilateral dihadiri oleh para delegasi pada saat yang sama.
Kemudian, dalam penyampaian National Statement di ruang Plenary Al Ghafat, Expo City Dubai, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA), Jumat (1/12) lalu, hanya kepala negara yang dapat masuk bersama dengan dua pendamping. Delegasi Indonesia hanya dihadiri oleh Jokowi didampingi oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya, dan Wakil Menteri Luar Negeri, Pahala Mansury.
Terkait dengan informasi yang menyebutkan terdapat delegasi lain yang melakukan walk-out adalah tidak benar sama sekali. Menteri LHK, Siti Nurbaya, menjelaskan dirinya dan wamenlu hadir di semua agenda Jokowi.
"Pengakuan internasional kepada RI sangat positif. Demikian pula pada pertemuan bilateral, yang mana, Sekretaris Jenderal PBB dan juga PM Norway memberikan apresiasi atas progress RI dalam inisiatif aktif serta kemajuan aksi iklim menurunkan emisi, khususnya dalam restorasi mangrove serta penurunan deforestasi yang siginifikan dalam beberap tahun terakhir hingga sekarang," ucap Siti.
Disebutkan tiap delegasi negara dipimpin kepala negara atau kepala pemerintahan, dan hanya didampingi oleh dua menteri. Siti menegaskan kabar adanya delegasi dan NGO yang walk out tidak benar sama sekali bahwa ada walk out atau NGO walk out.
"Memasuki ruang sidang bersama kepala negara juga dengan pengaturan yang ketat dalam sistem security PBB," ucap dia.
Sementara itu Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury juga mengungkapkan hal senada. Dia menyampaikan justru Presiden Jokowi mendapat apresiasi dalam beberapa forum terkait pencapaian penurunan emisi.


Jokowi Respons
Presiden Jokowi buka suara soal narasi beredar di media sosial yang menyebutkan dirinya ditinggal walkout oleh para delegasi di Konferensi Perubahan Iklim atau COP28 di Dubai saat berpidato. Apa kata Jokowi?
Jokowi tersenyum. Dia menyinggung pemerintah RI sudah melakukan langkah nyata untuk mengatasi perubahan iklim yang membuat negara-negara khawatir.
"Yang paling penting satu, kita telah melakukan hal yang nyata dalam rangka menyelesaikan ikut mengurangi urusan perubahan iklim yang semuanya semua negara khawatir," kata Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (7/12).
Jokowi menyebut kasus deforestasi hingga kebakaran hutan di Indonesia turun jauh. Jokowi juga menyinggung upaya pemerintah menanam mangrove hingga hutan hujan di beberapa daerah. Jokowi mengatakan hal yang terpenting adalah bentuk aksi nyata.
"Urusan deforestasi kita turun sangat jauh, urusan kebakaran hutan gambut kita turun jauh. Kemudian kita membangun nursery dengan produksi 75 juta baik di Rumpin di Bogor, mangrove di Denpasar, kemudian bibit-bibit rainforest di Mentawir, di Labuan Bajo sana. Saya kira ini sebuah sebuah aksi yang konkret, aksi yang nyata. Menurut saya yang penting itu," ujarnya. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru