Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Perbatasan Israel-Lebanon Memanas, Serangan Udara Israel Tewaskan Pejabat Lokal

* Rudal Houthi Hantam Kapal Tanker Berbendera Norwegia
Redaksi - Rabu, 13 Desember 2023 09:27 WIB
282 view
Perbatasan Israel-Lebanon Memanas, Serangan Udara Israel Tewaskan Pejabat Lokal
(AFP/Jalaa Marey)
Satu tentara Lebanon tewas dan tiga luka-luka akibat serangan Israel di dekat perbatasan selatan kawasan itu. 
Beirut (SIB)
Situasi semakin memanas di perbatasan Israel dan Lebanon, dengan serangan lintas perbatasan terus terjadi antara militer Tel Aviv dan kelompok Hizbullah. Serangan terbaru Israel dilaporkan menewaskan seorang pejabat lokal di wilayah Lebanon bagian selatan.
Seperti dilansir, Selasa (12/12), kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan bahwa seorang pejabat lokal bernama Hussein Mansour, yang berusia 80 tahun, tewas akibat serangan Israel yang mengenai satu desa di Lebanon bagian selatan pada Senin (11/12) waktu setempat. Mansour disebut berasal dari Taybeh di dekat perbatasan Lebanon dan Israel. "Peluru yang menargetkan rumah Mansour itu tidak meledak," sebut laporan NNA.
Namun, menurut laporan NNA, gempuran Israel itu langsung mengenai Mansour dan menewaskannya. Serangan Israel itu terjadi ketika Mansour bersama delapan orang lainnya sedang berada di balkon.
Sejak perang berkecamuk antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza pada awal Oktober lalu, perbatasan Lebanon dan Israel turut memanas dengan serangan lintas perbatasan meningkat, yang terkadang memakan korban. Situasi itu semakin meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.
Menurut penghitungan kantor berita AFP, lebih dari 120 orang tewas di sisi perbatasan Lebanon sejak Oktober lalu. Sebagian besar korban tewas adalah petempur Hizbullah, dengan sekira 17 orang merupakan warga sipil. Sementara Israel melaporkan enam tentaranya dan empat warga sipil tewas akibat serangan lintas perbatasan yang menghantam bagian utara wilayahnya.
Kantor NNA juga melaporkan gempuran dan serangan Israel melanda berbagai wilayah Lebanon bagian selatan pada Senin (11/12) waktu setempat. Sementara Hizbullah, sekutu Hamas, mengklaim bertanggung jawab atas rentetan serangan terhadap tentara Israel dan posisi mereka di dekat perbatasan.



Rudal Houthi Hantam Kapal Tanker
Sementara itu, satu rudal yang diluncurkan pemberontak Houthi menghantam kapal tanker berbendera Norwegia di lepas pantai Yaman. Serangan rudal itu bahkan sampai memicu kebakaran pada kapal tanker tersebut. Seperti dilansir AFP, Selasa (12/12), tidak diketahui secara jelas apakah kebakaran itu memicu ledakan di kapal tanker bernama Strinda tersebut.
Namun laporan Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM menyebut tidak ada korban jiwa akibat insiden itu. "Kapal tanker Strinda melaporkan kerusakan yang menyebabkan kebakaran pada kapal, namun tidak ada korban jiwa sejauh ini," demikian laporan CENTCOM yang disampaikan via media sosial X. Disebutkan bahwa salah satu kapal perang jenis destroyer milik Angkatan Laut AS menerima panggilan darurat dari kapal tanker itu dan segera memberikan bantuan.
Serangan pada malam hari itu dilaporkan terjadi ketika kapal tanker tersebut sedang berlayar melintasi Bab-el-Mandeb, selat yang terletak antara Yaman dan Afrika bagian timur laut. Selat itu mengarah ke Laut Merah, yang merupakan jalur utama menuju ke Terusan Suez.
Serangan ini menjadi eskalasi terbaru dari pemberontak Houthi yang berbasis di Yaman, yang semakin sering menargetkan kapal-kapal yang melewati perairan lepas pantai negara tersebut dengan serangan rudal dan drone.
Kapal-kapal perang AS yang sedang berpatroli di Laut Merah dilaporkan telah menembak jatuh rudal dan drone Houthi beberapa kali, sejak kelompok pemberontak itu mulai melancarkan serangan yang dimaksudkan untuk mendukung warga Palestina di Jalur Gaza yang terus digempur militer Israel.
Pada 19 November lalu, Houthi menahan satu kapal kargo pengangkut mobil komersial, Galaxy Leader, dan memaksa kapal itu berlabuh di pelabuhan Hodeidah di Yaman. Kapal kargo itu masih berada di pelabuhan Hodeidah hingga kini. Kapal tanker Strinda yang berukuran panjang 144 meter dirakit tahun 2006 lalu dan sedang berlayar menuju Terusan Suez saat serangan Houthi terjadi. Kapal tersebut dimiliki oleh Mowinckel Chemical Tankers AS, perusahaan yang berkantor di Bergen, Norwedia. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat