Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Bantah Dugaan Kekerasan Seks, Melki Sedek Huang Ketua BEM UI Ngaku Tak Pernah Dipanggil

* BEM UI Tak Ingin Kasus Melki Dikaitkan dengan Politik
Redaksi - Rabu, 20 Desember 2023 09:35 WIB
326 view
Bantah Dugaan Kekerasan Seks, Melki Sedek Huang Ketua BEM UI Ngaku Tak Pernah Dipanggil
Foto: Adrial/detikcom
Melki Sedek Huang
Jakarta (SIB)
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Melki Sedek Huang dinonaktifkan sementara setelah dituding melakukan tindak kekerasan seksual. Melki mengaku tak pernah dipanggil terkait kasus ini.

Melki mengatakan dirinyalah yang membuat aturan penonaktifan terduga pelaku kekerasan seksual di BEM UI. Oleh karena itu, dia memutuskan mematuhi aturan tersebut.

"Ketika awal menjabat sebagai Ketua BEM UI 2023 di Januari lalu, saya berkeinginan untuk menciptakan lingkungan BEM yang memproses kekerasan seksual secara adil dan taat hukum. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk merevisi Peraturan BEM UI No 1 Tahun 2023," kata Melki, Selasa (19/12).

Aturan ini membuat 'yang terlapor' atau 'diduga melakukan' kekerasan seksual harus dinonaktifkan sementara. Semata-mata agar terlapor bisa menjalani proses hukum. Melki memutuskan mematuhi aturan yang ia buat sendiri.

"Hari ini, saya memutuskan untuk menjalani aturan yang saya buat sendiri," lanjutnya.

Melki yakin tidak pernah melakukan dugaan kekerasan seksual itu. Dirinya juga belum mendapatkan penjelasan dari pihak terkait.

"Sampai hari ini saya yakin tidak pernah melakukan hal tersebut. Saya juga belum pernah dapat surat pemanggilan ataupun penjelasan dari pihak-pihak yang ada, bahkan saya belum mengetahui kronologi dan yang melaporkan," ujarnya.

Saat ini ia telah dinonaktifkan sebagai Ketua BEM UI oleh Wakil Ketua BEM UI. Dia menghargai proses tersebut dan siap menjalani seluruh prosesnya.

"Tapi Wakil Ketua BEM UI kemarin menyatakan bahwa penonaktifan itu dibuat sebagai prosedur resmi untuk penanganan kasus. Saya akan hargai dan ikuti proses yang ada. Dengan kepala tegak, saya akan menjalani semua proses yang diperlukan," tuturnya.

Sementara itu, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Indonesia (Satgas PPKS UI) telah menerima laporan soal dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Melki Sedek Huang ini. Laporan itu sedang ditindaklanjuti oleh Satgas PPKS UI.

"Satgas PPKS UI telah menerima laporan dugaan kekerasan seksual dengan yang bersangkutan (Melki) sebagai terlapor. Satgas saat ini tengah memproses laporan tersebut," kata Ketua Satgas PPKS, Manneke Budiman, menjawab pertanyaan via WhatsApp.

Manneke Budiman tidak menjelaskan kapan laporan itu diterima Satgas UI. Dia juga tidak mengungkap detail mengenai rencana pemanggilan Melki untuk dimintai keterangan.

"Hal itu tidak bisa kami ungkap ke publik atau pers karena Satgas terikat kode etik kerahasiaan. Tapi proses tindak lanjut atas laporan tersebut sudah berlangsung," kata Manneke, yang merupakan profesor dan Guru Besar Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI.

Kasus dugaan kekerasan seksual ini awalnya viral di media sosial X. Melki mengkonfirmasi bahwa dirinya diberhentikan dari jabatannya namun dia menepis isu bahwa dirinya melakukan kekerasan seksual.


Tak Kaitkan dengan Politik
Sementara itu, Wakil Ketua BEM UI, Shifa Anindya Hartono, menyatakan kasus ini bukanlah serangan politik lantaran aktivisme BEM UI dan Melki. Sikap berpihak pada korban kekerasan seksual harus diutamakan.

"Fokus pada korban dan doakan korban mendapatkan pemulihan yang memadai, alih-alih menganggap kasus ini sebagai serangan politik semata, di mana dengan demikian komentar yang timbul justru mendiskreditkan korban," kata Shifa kepada wartawan.

Dia mengajak semuanya untuk bijak dalam menyikapi kasus kekerasan seksual. Tindakan atau komentar menyudutkan korban kekerasan seksual tidak boleh dilakukan.

"Kami fokus kepada korban, bukan isu politik yang ada. Kami juga sudah mengumpulkan segala sesuatu yang dibutuhkan agar proses investigasi dapat berjalan," kata Shifa.

Shifa melalui Instastory-nya membagikan empat poin sebagai sikap terhadap kasus dugaan kekerasan seksual oleh Melki. (detikcom/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru