Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Harta Dijual Demi Bekerja di Luar Negeri, 5 Pekerja Indonesia Terlilit Utang Besar

Wilfred Manullang - Selasa, 23 Juli 2024 19:22 WIB
612 view
Harta Dijual Demi Bekerja di Luar Negeri, 5 Pekerja Indonesia Terlilit Utang Besar
fromdebttomillionaire.com, dok. HaloMoney.co.id
Ilustrasi utang.

The Guardian telah mewawancarai empat pekerja yang dipecat. Terdapat bukti pembayaran kepada pihak ketiga selain lebih dari Rp 20 juta yang ditransfer untuk penerbangan dan visa kepada sebuah perekrut berlisensi.

Tuduhan pungutan liar ini menimbulkan pertanyaan tentang risiko eksploitasi dalam skema pekerja musiman di Inggris. Visa para pekerja ini berlaku selama enam bulan namun seluruh biaya risiko finansial ditanggung sendiri.

Menteri Imigrasi Inggris yang baru, Seema Malhotra, akan mempertimbangkan eksploitasi dalam sistem visa kerja.
Komite Penasihat Migrasi merekomendasikan agar visa musiman mencakup lebih banyak perlindungan, termasuk jaminan kerja minimal dua bulan.

Komite Penasihat Migrasi Inggris pada Senin (22/7), merekomendasikan bahwa visa musiman harus terus "menjamin keamanan pangan" tetapi harus mencakup lebih banyak perlindungan, seperti jaminan kerja setidaknya dua bulan.

Sebelum dipecat, Perkebunan Haygrove di Hereford, pemasok buah ke supermarket besar Inggris, telah memberikan surat peringatan kepada kelima WNI tersebut tentang kecepatan pemetikan, antara lima dan enam minggu setelah mereka mulai bekerja.

Setelah dipecat, para pekerja tersebut langsung dipesankan tiket penerbangan pulang oleh perekrut mereka keesokan harinya.

Para pekerja mengatakan target di perkebunan memetik 20 kg ceri dalam satu jam. Salah satu pemetik yang dipecat mengatakan: "Sangat sulit untuk mencapai target karena hari demi hari buah yang dihasilkan semakin sedikit."

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru