Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Antre dari Pagi hingga Malam, Pengendara Protes di Pelabuhan Ferry Ajibata

* Diduga Calo Minta Rp500 Ribu
Christopel H Naibaho - Senin, 27 Januari 2025 20:11 WIB
31 view
Antre dari Pagi hingga Malam, Pengendara Protes di Pelabuhan Ferry Ajibata
Foto: SNN/Christopel Naibaho
Sejumlah pengendara protes ke petugas Pelabuhan Ferry KMP Tao Toba rute Ajibata-Tomok, Senin (27/1/2025), menuntut kejelasan antrean.
Ajibata (harianSIB.com)

Ratusan pengendara mobil ribut dengan memprotes petugas Pelabuhan Ferry KMP Tao Toba rute Ajibata-Tomok, Senin (27/1/2025). Antrean panjang hingga 10 jam dari pagi hingga malam menjadi pemicu utama kekesalan, ditambah dugaan keberadaan calo yang membuat situasi semakin kacau.

K. Simamora, salah satu pengendara, mengaku telah menunggu selama 10 jam, namun mobilnya tak kunjung diizinkan naik ke kapal.

"Dari jam 8 pagi kami sudah di sini, tapi sampai sekarang belum juga naik," ujarnya.

Ia juga menyebutkan adanya calo yang menawarkan bantuan untuk mempercepat antrean dengan meminta bayaran Rp500 ribu.

"Tadi ada calo yang menawarkan agar kami bisa langsung masuk kapal, tapi mereka minta Rp500 ribu," katanya disambut teriakan pengendara lainnya yang mengalami hal yang sama.

Menurut para pengendara, keberadaan calo membuat antrean berjalan sangat lambat. Padahal, kapal ferry terus beroperasi setiap 2-3 jam sekali.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebelumnya hanya satu unit Ferry KMP Tao Toba yang dioperasikan. Namun, pada sore hari, satu unit tambahan mulai dioperasikan untuk mengurai antrean kendaraan.

Meski demikian, situasi tetap memanas karena pengendara yang sudah memiliki nomor antrean masih tidak kunjung diberi giliran naik.

"Nomor antrean saya 200. Kalau kapal berangkat empat kali dengan kapasitas 40 mobil per perjalanan, seharusnya antrean sudah selesai. Tapi kenapa kami belum juga naik? Dari pagi kami menunggu," keluh seorang pengendara.

"Kami lihat banyak mobil yang langsung masuk tanpa antre. Apakah karena mereka bayar lebih?" tambah pengendara lain.

Sementara menanggapi keluhan tersebut, petugas pelabuhan menjelaskan antrean panjang membuat pergerakan jadi lambat. Antrean bukan hanya ada di jalur sebelum pelabuhan.

"Dari sana (setelah pelabuhan) juga antre. Banyak sisa antrean semalam lanjut hari ini. Kami buat gitu dari sana karena antrean panjang kali dari belakang," sebut seorang petugas di pelabuhan yang memakai baju putih berkerah dan topi hitam itu.

Terkait keberadaan calo, dia meminta pengendara untuk melaporkan jika mengetahui identitas para calo yang beroperasi.

Sedangkan pihak keamanan, Fernando Sirait dan Tison W Simarmata menambahkan, antrean panjang disebabkan kapal yang beroperasi hanya satu, kemudian sore hari menjadi dua.

Terkait ada pengendara yang memotong antrean, pihaknya memastikan itu mobil pimpinannya.

Adapun lonjakan penumpang yang memadati pelabuhan diketahui disebabkan oleh tingginya jumlah wisatawan yang ingin menyeberang selama libur Isra Miraj dan Imlek. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru