Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026
Serukan Tutup PT TPL

Ribuan Orang Geruduk Kantor Gubsu

* TPL Telah Merampas Hak Rakyat hingga Merusak Alam
Danres Saragih - Selasa, 11 November 2025 09:55 WIB
1.151 view
Ribuan Orang Geruduk Kantor Gubsu
Foto: SIB/Danres Saragih
AKSI MASSA: Ribuan orang yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (10/11), menuntut agar PT TPL ditutup.

PT TPL juga katanya, menjalankan berbagai program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Program-program ini disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat sekitar wilayah operasional, dijalankan secara berkelanjutan, dan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah serta pemangku kepentingan terkait. TPL juga menjalankan Program Kemitraan Kehutanan untuk Penyelesaian Klaim Tanah Adat

Sebagai bagian dari upaya penyelesaian klaim tanah adat secara dialogis dan terstruktur, PT TPL menjalankan Program Kemitraan Kehutanan yang melibatkan masyarakat dan kelompok tani lokal. Hingga saat ini telah terbentuk 10 Kelompok Tani Hutan (KTH) sebagai mitra resmi perusahaan dalam pemanfaatan kawasan hutan secara legal dan berkelanjutan.

Seluruh pembentukan KTH dan pola kemitraan ini telah dilaporkan secara resmi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebagai bentuk kepatuhan dan komitmen untuk mendukung kebijakan perhutanan sosial pemerintah.

Terkait tuduhan deforestasi, ditegaskannya, kegiatan pemanenan dan penanaman kembali dilakukan di dalam area konsesi berdasarkan tata ruang, Rencana Kerja Umum (RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah disetujui pemerintah. Dengan sistem tanam–panen berkelanjutan, penanaman kembali dilakukan maksimal satu bulan setelah pemanenan, sebagaimana tercantum dalam dokumen AMDAL dan dilaporkan melalui Laporan Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan. Dari total luas konsesi 167.912 hektare, perseroan hanya mengembangkan sekitar 46.000 hektare sebagai perkebunan eucalyptus, serta mengalokasikan sekitar 48.000 hektare sebagai area konservasi dan kawasan lindung untuk menjaga keanekaragaman hayati.

Mengenai kontribusi terhadap perekonomian, katanya, TPL mempekerjakan lebih dari 9.000 orang (pekerja langsung dan tidak langsung), serta bermitra dengan lebih dari 4.000 Kelompok Tani Hutan dan pelaku UMKM. Dengan memperhitungkan keluarga para pekerja dan mitra, keberadaan perusahaan mendukung sekitar 50.000 jiwa, belum termasuk pelaku usaha kecil di sekitar wilayah operasional dan jalur logistik. Hal ini menunjukkan peran penting TPL dalam mendukung perekonomian lokal dan regional.

"PT TPL menghargai hak setiap pihak untuk menyampaikan pendapat, namun berharap hal tersebut didasarkan pada data dan fakta yang akurat. Kami membuka ruang dialog dan siap menerima masukan dari semua pihak untuk mewujudkan keberlanjutan yang adil dan bertanggung jawab di wilayah Tano Batak. Klarifikasi ini kami sampaikan sebagai wujud komitmen perseroan untuk terus berbenah, bertumbuh, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan," kata Salomo mengakhiri. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ephorus HKBP Dukung Aksi Damai Tolak PT TPL, Ajak 10.000 Peserta Jaga Kedamaian
Pesta Gotilon HKBP Tanjung Sari Medan Berlangsung Sederhana dan Penuh Sukacita
Pesta Gotilon dan Transformasi HKBP Sirantau Berlangsung Hikmat dan Sukacita
Ephorus HKBP Soroti Sosok Seorang Pendeta di Balik Aksi Aliansi Masyarakat Bersatu Sumut
Kementerian HAM Tegaskan Komitmen Bela Rakyat Kecil Dalam Kasus Sihaporas
HKBP Bantah Tudingan "Ephorus Diktator" dan "Ephorus Pengecut"
komentar
beritaTerbaru