Pihak Iran sendiri mengonfirmasi bahwa pembicaraan lanjutan akan segera dilakukan pada hari Jumat, (10/04/2026) di Islamabad, Pakistan, dengan bantuan mediasi dari perdana menteri setempat. Televisi pemerintah Iran bahkan menjuluki langkah Trump ini sebagai sebuah mundur yang memalukan bagi Amerika Serikat.
Reaksi pasar global langsung melonjak setelah pernyataan Trump keluar. Harga minyak mentah AS dilaporkan jatuh tajam lebih dari 17% ke level US$ 92 per barel, sementara kontrak berjangka saham AS merangkak naik, memberikan napas lega bagi ekonomi dunia yang sempat terancam resesi akibat penutupan jalur energi tersebut. (*)
Editor
: Wilfred Manullang