Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 23 April 2026

Model Cantik Tewas Jatuh dari Lantai 6 Hotel Berbintang di Medan

* Diduga Terlibat Mengkonsumsi Narkoba
- Jumat, 08 Mei 2015 09:35 WIB
2.691 view
Model Cantik Tewas Jatuh dari Lantai 6 Hotel Berbintang di Medan
Model cantik Ade Prisa semasa hidupnya
Medan (SIB)- Seorang model berparas cantik Ade Prisa (24) tewas terjatuh dari lantai 6 hotel berbintang empat Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Rabu (6/5) sekira jam 23.30 WIB.

Menurut data yang didapat, Kamis (7/5),  warga Jalan Marelan Raya Gang Manggis Lingkungan I Medan Marelan, terjatuh ketika personil Sat Narkoba akan melakukan penggerebekan di kamar bernomor 603 yang ditempati Ade. Namun, sebelum petugas menuju ke kamar tersebut, rekan Ade berinisial DS dan AS tertangkap terlebih dahulu di loby hotel karena diduga terlibat narkoba.

Tapi saat penangkapan DS dan AS, petugas tidak menemukan barang bukti sabu. Kemudian keduanya mengaku kalau mereka menginap di kamar nomor 603 yang ada di lantai 6.

Tidak puas sampai di situ, petugas pun menggiring DS warga Jalan Imam Gang Manja Lingkungan III Kelurahan Tanjung Gusta itu ke kamar yang dimaksud. Namun, saat petugas mengetuk pintu kamar, Ade yang waktu itu sedang sendiri di kamar tidak membuka pintu.

Lantaran pintu tak kunjung dibuka, personil Sat Narkoba Polresta Medan pun memanggil security hotel untuk membuka pintu dengan menggunakan kunci master (key master). Diduga panik karena polisi datang, di situlah model berparas cantik yang telah 5 tahun belakangan tinggal di  Jakarta Selatan itu mencoba kabur lewat jendela kamar.

Saat itulah, wanita berkulit putih itu terpeleset dan terjatuh. Korban pun tewas seketika dengan kondisi kepala pecah dan tangan patah.

Mengetahui itu, petugas yang melakukan penggerebekan  pun melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Medan Baru dan Sat Reskrim Polresta Medan. Setelah tiba di lokasi kemudian petugas melakukan penyelidikan dan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Wakasat Narkoba Polresta Medan AKP Rosyid Hartanto ketika dikonfirmasi mengatakan, penggerebekan yang dilakukan pihaknya berdasarkan tindak lanjut informasi dari masyarakat itu, semula mengamankan tersangka DS yang memang merupakan TO (target operasi) pihak kepolisian berada di Hotel Grand Kanaya bersama AS yang diketahui merupakan sepupu korban. "Setelah pintu berhasil dibuka, kita mendapati kamar dalam keadaan tanpa penghuni dengan kondisi jendela terbuka. Namun dari dalam kamar tersebut ditemukan 3 paket kecil narkoba jenis sabu yang sudah dikonsumsi bersama alat hisap dan senjata airsoftgun serta pisau lipat," kata Rosyid.

Saat penggeledahan tersebut, beberapa personel polisi yang semula memantau dari loby hotel di lantai dasar memberikan informasi adanya seorang wanita yang tewas di pelataran depan hotel setelah melompat dari jendela kamar di lantai enam. "Kami mendapatkan kabar kalau ada wanita yang tewas terjatuh. Setelah diidentifikasi ternyata wanita cantik yang mengenakan dress warna hitam motif bunga itu adalah Ade Prisa yang semula menginap di kamar 603 bersama tersangka DS dan AS sejak dua hari lalu," jawabnya.

Saat itu juga, seorang lelaki berinisial MF (21) warga Jalan Pesantren Kecamatan Medan Sunggal masuk ke kamar 603. Kemudian petugas menggeledah pria tersebut dan didapatkan satu bungkus plastik berisi sabu.

"Menurut pengakuan tersangka MF, sabu tersebut akan diantarkan ke kamar tempat korban menginap," pungkasnya.

Pihak Sat Narkoba Polresta Medan sendiri masih mendalami kasus dari peristiwa yang terjadi. "Masih kita dalami, pengakuan kedua tersangka, DS dan AS mengaku bahwa keduanya memang sempat mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama korban di dalam kamar hotel," tambahnya.

Spontan, warga yang mengetahui adanya wanita cantik tewas karena terjatuh dari lantai 6 Hotel Kanaya, langsung memadati lokasi.

Sementara itu, orang tua korban, Ibrahim, tidak menyangka kalau anaknya tewas seperti itu. "Saya pertama tidak percaya, waktu saya dapat kabar jam 1 pagi, kemudian saya cek ke rumah sakit ternyata benar anak saya," pungkasnya sembari mengatakan kalau korban anak tunggal dari istri keduanya.

Dijelaskan, selama lima tahun ini, Ade jarang pulang ke rumah orang tuanya. "Tidak tahu kenapa kemarin sore dia datang ke rumah bersama teman wanitanya mengendarai mobil warna putih, tapi anak saya tidak turun dari mobil. Selama 5 tahun ini, dia memang menyewa apertemen di Jakarta Selatan," ungkapnya ketika dijumpai di rumah duka.

Masih menurut Ibrahim, semenjak tamat SMA dirinya telah berprofesi sebagai model di Jakarta. "Anaknya baik, kalau ibunya tidak ada uang ia selalu mengirim," pungkas dia.

Ibu korban sendiri, Ati, mengaku, semenjak anaknya bergaul dengan pria berinisial Doni Satria (DS) itu, sering terlihat aneh. "Si Doni itu yang ngajari anak saya jahat, badannya makin kurus," jawabnya.

Dengan kepergian Ade Prisa, pihak keluarga telah mengikhlaskannya. "Kami sudah ikhlas, memang pesan terakhir kira-kira seminggu yang lalu, anak saya SMS yang berisi minta maaf karena belum bisa membahagiakan ayah dan ibunya. Kemarin anak saya juga berjanji akan membangun rumah di Medan," tambah Ati. (Dik-SPS, A10/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru