Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

Sutradara Tak Tahu Soal Senjata Api, Reza Artamevia Bantah Gatot Bradjamusti Memerkosa

- Kamis, 15 September 2016 15:56 WIB
768 view
Sutradara Tak Tahu Soal Senjata Api, Reza Artamevia Bantah Gatot Bradjamusti Memerkosa
SIB/Dok
Reza Artamevia saat turun dari mobil di halaman Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram, Selasa, (12/9).
Jakarta (SIB)- Dedi Setiadi, sutradara film Azrax menjalani tiga jam pemeriksaan di Resmob Polda Metro Jaya. Dedi Setiadi keluar untuk menjalani salat berjamaah. Dedi sempat diwawancarai dan mengatakan tidak pernah mengetahui adanya kepemilikan senjata api (senpi) oleh Gatot Brajamusti (GB). "Saya enggak pernah tahu, enggak tahu," ujar Dedi yang minta istirahat dari pemeriksaan untuk salat di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, (14/9).

Sebelumnya Reza Artamevia  membesuk Gatot Bradjamusti dan istrinya Dewi Aminah di rumah tahanan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram. Tampil lebih fresh dengan rambut pendek dan t-shirt hijau, Reza mendatangi rutan Polda NTB didampingi pengacaranya Muhammad Kamil dan adiknya Aska Gempita. Bersamaan dengan mantan istri Adjie Massaid itu ada sedikitnya 2 orang berbadan tegap mendampinginya.

Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda NTB AKBP Deky Subagio membenarkan Reza mengunjungi kedua tersangka penyalahgunaan narkoba tersebut sekitar pukul 13.30 WITA.

Tak banya ucapan yang keluar dari mulutnya, Reza hanya bilang Gatot dan Dewi dalam kondisi sehat. "Alhamdulillah sehat," kata Reza tentang dua sahabatnya yang oleh Polda NTB ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus narkoba.

Setelah dari Polda, Reza lalu menuju Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB untuk menjalani rehabilitasi rawat jalan ketiga.

Tentang tuduhan yagn dialamatkan pada Gatot, Reza membantah tuduhan pemerkosaan. "Saya tahu beliau lebih baik dari yang lain. Insya Allah baik-baik saja. Saya tahu yang sebenarnya," kata Reza.

Di Jakarta, perempuan berinitial CT yang mengaku sebagai korban pemerkosaan Gatot, mengatakan kerap melihat istri Gatot, Dewi Aminah, dan penyanyi Reza Artamevia (RA) di padepokan milik Gatot.

Lewat pengacaranya, Sudharmono Saputra, perempuan berusia 26 tahun itu mengatakan Reza dan Dewi mengetahui aktivitas Gatot terhadap ia dan teman-temannya. "Memang di situ bukan hanya dia (Gatot) sendiri. Ada istrinya Gatot, ada RA dan ada korban-korban lain. Misalnya untuk aspat, itu dikonsumsi rame-rame," kata Sudharmono seperti disiarkan Tempo.Co, Rabu, (14/9). Aspat merupakan narkoba yang dinamai oleh Gatot sebagai makanan jin.

Setidaknya, kata Sudharmono, ada puluhan korban lain seperti CT. Narkoba diberikan untuk membuat korban pasrah dan mau disetubuhi oleh Gatot. Pengaruh Aspat ini pula yang kerap membuat CT dan kawan-kawannya mau menari bugil di saat Gatot bermain piano. Gatot disebutkan hanya menerima wanita saja dalam aktifitasnya itu.

Meski disebutkan puluhan orang yang menjadi korban pemerkosaan Gatot, Sudharmono mengatakan baru ada lima orang yang siap melapor, termasuk CT. "Kami lagi siapkan bukti-buktinya. Kenapa CT  duluan (melapor), karena dia yang buktinya paling lengkap," kata Sudharmono.

Bagi CT, perlakuan Gatot terjadi sejak 2007 hingga 2011, saat ia hamil dan memutuskan hengkang dari padepokan. Namun Sudharmono mengatakan korban lain harus menerima perlakuan dari Gatot hingga kasus Gatot tekuak ke publik baru-baru ini.

Sebelumnya Elma juga mengungkap hal serupa mengenai praktek di Padepokan Brajamusti. Pengakuan Elma Theana soal Padepokan Brajamusti, pimpinan Gatot Brjamusti berbuntut panjang.

Wahyuhono Adi Paripurno, salah satu pendiri padepokan bersama beberapa alumni berencana melaporkan Elma Theana ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

"Ya, kita sudah konsultasi dengan penasehat hukum apa perlu dilakukan tindakan hukum. Oleh sebab itu saya imbau ke Elma, sudah lah. Jangan jadi kacang lupa kulitlah," ucap Wahyu.

Mengenai pemeriksaan yang dijalani Dedi soal kepemilikan senjata api ilegal, sutradara itu mengaku selama ini senjata yang digunakan sebagai properti pembuatan film Azrax selalu menggunakan senjata palsu dan di bawah pengawasan pihak Kepolisian. "Kebanyakan (senjata api) palsu. Dan itu selalu dengan pengawasan polisi. Kita tidak pernah tidak dikawal polisi. Enggak berani, karena bahaya," ujarnya.

Dedi menjelaskan, selama syuting film Azrax dirinya juga memakai tim ahli atau konsultan aksi untuk mengarahkan kepada para aktor untuk menggunakan senjata yang baik. "Saya ada fighting instructure, ada konsultan yang mengarahkan bagaimana cara menembak yang baik. Ada supervisornya. Kalau saya kan yang saya tiru bagaimana cara menembak, tokoh-tokoh di film itu. Bukan hanya caranya tapi atraktif enggak."

Sebelumnya, saat diperiksa polisi, Gatot mengatakan bahwa temuan senjata api jenis Glock 26 dan Walther PPK 22 di kediamannya untuk kepentingan properti film. Selain itu juga ia beralasan memiliki senjata lantaran menjadi anggota Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin). (t/R9/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
6 Nama Rebut Ketua PKB Deliserdang

6 Nama Rebut Ketua PKB Deliserdang

Lubukpakam(harianSIB.com)Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Deliserdang, 6 nama mencuat untuk memperebutka