Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Miss USA 2014 Seorang Instruktur Taekwondo, Punya Pukulan Mematikan Berinsting Pembunuh

- Kamis, 12 Juni 2014 11:57 WIB
820 view
 Miss USA 2014 Seorang Instruktur Taekwondo, Punya Pukulan Mematikan Berinsting Pembunuh
Louisiana (SIB)- Nia Sanchez berhasil memenangi ajang Miss USA 2014. Perempuan kelahiran Las Vegas, Nevada, tersebut mengalahkan 50 kontestan lain yang berasal dari seluruh negara bagian Amerika dan District of Columbia pada Minggu atau Senin, (9/6), waktu Indonesia.

Usai menyedot perhatian publik, khususnya yang memenuhi Baton Rouge Civic Center, Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat, perempuan penyandang Miss Nevada itu, kembali jadi perhatian publik setelah mengaku berprofesi sebagai Nia instruktur taekwondo dengan sabuk hitam. Pukulan tangan kosongnya bisa mematikan lawan.

dailymail.co.uk bahkan memberitakan, Miss USA 2014 itu sebagai wanita seksi dengan insting pembunuh. “Nia Shancez. wanita seksi 24 tahun ini memiliki gelar sabuk hitam tingkat empat di olahraga bela diri taekwondo. Sanchez menampilkan aksi bela dirinya dua kali saat mengikuti kompetisi, dirinya sudah berlatih taekwondo sejak berusia 8 tahun,” tulis media tersebut. Bila sedang emosi dan berniat menghabisi lawan, Nia bisa membuat sasarannya dalam keadaan koma jika kalian mengganggunya.

Nia mengantongi gelar Miss USA ke-63 setelah berhasil menjawab pertanyaan juri dengan elegan. Salah satu juri adalah Rumer Willis. Putri dari Bruce Willis dan Demi Moore ini bertanya kepada Nia mengenai tingginya tingkat serangan seksual di kampus-kampus di Amerika. Sebanyak 19 persen wanita bergelar sarjana di Amerika menjadi korban kekerasan seksual dan Nia diminta pendapatnya perihal permasalahan tersebut.

Perempuan berkulit eksotis itu menjawab, wanita perlu belajar bagaimana cara mempertahankan diri dari serangan.

Perempuan 24 tahun itu memukau tatkala menjawab bagaimana mengatasi tentang tingginya tingkat kekerasan seksual di kampus-kampus dan Sanchez mampu menjawabnya dengan baik. "Saya percaya bahwa beberapa perguruan tinggi berpotensi menjadi takut saat memiliki reputasi buruk dan itu menjadi alasan mereka menutupi masalah kekerasan seksual di kampusnya. Mereka tidak ingin kasus tersebut keluar dan diketahui oleh publik," katanya, seperti dilansir dari The Insider. "Tapi, saya pikir kesadaran sangat penting sehingga wanita dapat belajar bagaimana melindungi diri mereka. Dan, saya pikir itu adalah sesuatu yang kita harus mulai untuk benar-benar menerapkannya pada banyak perempuan!"

Meski dihadapkan dengan pertanyaan sulit namun Nia mampu menjawab dengan cerdas dan penuh percaya diri. Penampilan itulah yang, salah satu, membawanya meraih gelar Miss USA.

Di pentas gemerlap, Nia tampak menakjubkan saat mengenakan gaun warna-warni megnkilap, bikini putih untuk bagian kompetisi baju renang, dan mengakhiri malam dengan sebuah gaun merah berekor saat penobatannya.

EOnline dan MetroTv melaporkan, Nia menyatakan rasa bahagianya danberharap beroleh dukungan karena bakal membawa tugas membawa nama negaranya ke perhelatan Miss Universe. "Saya sangat bangga bisa membawa mahkta Miss USA kembali ke Nevada. Saya sangat bahagia. Rasanya seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan," tuturnya dengan senyum merekah.

Di peringkat runner-up pertama adalah Miss North Dakota Audra Mari.

Usai penobatan, Nia mengungkapkan perasaannya. "Saya belum pernah berkunjung ke New York. Jadi, pergi ke New York sebagai Miss USA untuk pertama kalinya, akan menjadi hal luar biasa untuk saya!"(t/r9)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru