Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Dolok Singgalang, Karya Sr Agnes Saragih SFD Jadi Puisi Terbaik

- Selasa, 10 Oktober 2017 22:44 WIB
1.598 view
Dolok Singgalang, Karya Sr Agnes Saragih SFD Jadi Puisi Terbaik
SIB/Dok
Sr Agnes Saragih SPd MPd SFD bersama siswa internasional asal Jerman, Vin Lukas di SMA St Thomas 1 Medan, Kamis (5/10).
Medan (SIB)- Dolok Singgalang ciptaan Sr Agnes Saragih SPd MPd SFD ditetapkan sebagai puisi terbaik. Meski mengambil nama gunung yang ada di Saribudolok, Simalungun, biarawati dari ordo Suster Fransiskanes Dongen (FSD) itu melukiskan Indonesia yang permai dalam buah pikirnya tersebut. Mulai dari udara, laut dan darat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) termaktub di dalamnya. Karya sastra tersebut bahkan telah melahirkan seorang prajurit yang kini bertugas menjaga laut terluar Indonesia, Dean Franco Saragih.

Putra pasangan Syrus Saragih - Ny Dameria Br Pasaribu itu bergabung sebagai prajurit di Lantamal I Belawan yang bertugas di laut lepas, ikut menjaga NKRI.

"Ketika Dean lulus seleksi, orangtua saya, Rufinus Saragih kembali ke rumah Bapa. Memang, impiannya, harus ada keturunannya yang meneruskan pengabdiannya sebagai TNI," ujar Sr Agnes Saragih  SPd SFD di SMA St Thomas 1 Medan, Kamis (5/10) didampingi pelajar asal Jerman, Vin Lukas, PKS St Thomas 1 Medan Drs Maniur Rumapea MSi dan Limjan Silalahi SPd dan Ediluddin Hutapea.

Rufinus Saragih adalah perwira  TNI dengan jabatan terakhir instruktur di Resimen Induk Daerah Militer. MenghadapNya pada 12 Februari 2016. Menolak di makamkan di Taman Makam Pahlawan karena ingin menyatu dengan tanah kelahirannya. "Orangtua saya sangat cinta dengan lingkungan. Ia mengelola tanah leluhur tanpa mengeksploitasi," kenangnya.

Pernikahannya dengan Sarmiana Br Girsang menghadirkan 8 orang anak. Seluruh buah hatinya tidak ada yang mengikuti jejak mengabdi menjadi TNI. Itu sebabnya, ketika pahompunya ikut seleksi ingin menjadi prajurit, dukungan penuh diberikan.

Bakat seni yang mengalir pada Sr Agnes Saragih  SFD tertitis dari ibunya, yang seorang penari. Meski berdarah Simalungun, namun Sarmiana Br Girsang mahir menampilkan tari dari etnis lain yang ada di Sumut, khususnya dari puak Tapanuli.

Sr Agnes Saragih SFD lahir di Simpang Haranggaol, Haranggaol, Simalungun pada 14 Mei 1970 sebagai putri pertama dari delapan bersaudara. Menimba ilmu di SD Inpres Purba Hinalang melanjut ke SMPN2 Simpang Haranggaol dan SPG Kabanjahe dan menyelesaikan pendidikan hingga master pendidikan.

Sejak kecil sudah terlibat dalam kegiatan seni. Mulai bernyanyi, menari hingga dunia sastra. Pencapaian terindah ketika ikut Lomba Cipta Puisi dan karyanya muncul sebagai pemenang pertama serta dibacakan dalam upacara megah.

Meski 'melenceng' dari karier orangtua namun Sr Agnes Saragih  SFD tetap melakoni dunia seni dan kedisiplinan. Di biara mengalir karyanya. "Kalau seni suara, di biara itu rutinitasnya adalah berkidung. Saya sangat terinspirasi dengan lagu Bila Tuhan Menyapa yang menjadi Mazmur tambahan dalam Katolik," paparnya.

Lagu tersebut berisi kepasrahan hati yang menjadi sempurna dengan kasihNya yang paling agung. Untuk urusan sekuler, lagu membangkitkan nasionalisme menjadi favoritnya seperti Nyiur Hijau ciptaan R Maladi dan Gugur Bunga karya Ismail Marzuki. "NKRI ini kan sangat kaya, indah dan anugerahNya yang sangat agung. Inilah kebanggaan yang tak ada habisnya bagi tumpah darah Indonesia," paparnya.

Kebanggaan akan NKRI itulah yang memotivasi Sr Agnes Saragih  SFD diwariskannya pada generasi muda. Bahkan pada orang-orang luar Indonesia, hal serupa dilakukannya. (R10/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru