Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Tim Seni SMP - SMA RK Deli Murni Gali Warisan Budaya dan Kolaborasikan Hal Modern

- Sabtu, 02 Juni 2018 20:16 WIB
600 view
Tim Seni SMP - SMA RK Deli Murni Gali Warisan Budaya dan Kolaborasikan Hal Modern
Sibolangit (SIB) -Tim kesenian SMP - SMA RK Deli Murni di Bandarbaru - Sibolangit, Deliserdang yang dikelola  Yayasan Perguruan Katolik Betlehem menggali untuk melestarikan warisan budaya dan mengolaborasikan dengan hal modern dalam penampilan. Cara demikian dimaksudkan agar tiap generasi tetap mengenal dan mencintai budaya sendiri dan kids era now pun menyukainya.

Dalam penampilan di hadapan ratusan tetamu dan orangtua siswa dalam kaitan memeringati 25 tahun SMA RK Deli Murni yang berlokasi di Jalan Djamin Ginting Km 47  Desa Bandabaru, Deli Serdang, ragam seni etnik disuguhkan sesuai warga yang berdiam di Sumut. Mulai dari Toba, Karo, Melayu, Nias, Pakpak dan Bali bahkan akulturasi ragam budaya influence seperti India dan Tiongkok. 

Yang memukau publik ketika paduan suara gabungan lintasusia tampil. Lagu yang dibawakan lintasgenre, mulai pop dan khusus untuk choir tapi padu seperti penyanyi profesional.

Pengurus Yayasan Betlehem Binaman Kasan MSc, Rabu (30/5)  mengatakan penampilan seni tersebut merupakan program ekstra kurikuler siswa. "Selain sebagai bagian tak terpisahkan dari kurikulum 2013, ekskul seni menjadi hal utama untuk siswa yang menginap di Asrama Santa Maria Degli Angeli yang berada satu kompleks dengan SMP - SMA Deli Murni. "Jadi, selain bermakna ideologis dalam hal pelestarian kesenian leluhur juga mengisi keterampilan agar siswa terbuka wawasan tentang budaya pop dari luar," ujar pria tamatan dari universitas terkemuka di Jerman itu didampingi Kepala Sekolah  SMA Herianto Sinaga SPd.

Menurutnya, alur dari infiltrasi budaya pop dan luar Indonesia sudah tak dapat dibendung. Cara terbaik adalah memfilter dengan cara pengenalan dan memedomani budaya leluhur. "Hingga berapa pun budaya asing masuk tapi personal masing-masing tidak tercerabut dari akar budayanya," tambah Binaman Kasan.

Herianto Sinaga mengatakan, sesuai dengan misi character building di lingkungan maka yang ditekankan adalah bagaimana siswa memiliki nilai-nilai adab berbasis religi Katolik yang Indonesia. "Anak didik sudah mendapatkan pengajaran formal di sekolah dan harus memeroleh hal serupa dengan sistem edukasi entertain," tambahnya.

Menurutnya, pengetahuan budaya leluhur adalah satu bagian kecil dalam menempa mental dan pemahaman anak didik tentang keindonesiaan yang kaya dengan seni budaya. "Kiranya pengetahuan dan pemahaman pada budaya etnik memperkokoh dan mendukung industri kreatif Indonesia," tutup Herianto Sinaga. (R10/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru