Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Ratusan Ribu Orang Minta Presiden Proses Hukum Penganiaya Personel Boyband

- Rabu, 24 Oktober 2018 20:08 WIB
393 view
Seoul (SIB) -Penganiayaan fisik dan verbal yang dialami personel The East Light mendapat perhatian publik. Warga Korea Selatan mendesak Presiden memroses hukum pelaku. Bahkan, ratusan ribu orang menandatangani petisi menuntut pengungkapan kasus.

Sebagaimana diberitakan, Lee Seok Cheol mengungkap penganiayaan yang dialami personel grupnya dari dua orang penting di agensinya, seorang produser dan CEO Media Line Entertainment.

Publik mengajukan petisi kepada Presiden Korea Selatan untuk memberi hukuman setimpal kepada produser Moon Young Il dan CEO Kim Chang Hwan. "Para member The East Light mengalami penganiayaan verbal dan fisik selama empat tahun hanya karena mereka ingin mewujudkan mimpi. Saya meminta dukungan dari setiap orang," demikian bunyi petisi itu.

Hingga Selasa (23/10), sudah 194.000 orang menandatangani petisi secara online itu.

Pemerintah akan menanggapi secara resmi petisi itu jika lebih dari 200.000 orang menandatanganinya dalam rentang waktu 30 hari. Petisi itu diajukan pada 19 Oktober atau sehari setelah penganiayaan itu diungkap oleh sebuah media Korea. Pihak Media Line membantah kabar itu. Namun Lee Seok Cheol, yang didampingi seorang pengacara, kemudian menggelar konferensi pers dan mengungkap penganiayaan yang mereka alami selama ini.

Menurut Lee Seok Cheol, adiknya yang juga member The East Light, Lee Seung Hyun, kini harus berkonsultasi dengan psikiater karena mengalami trauma akibat penganiayaan berat itu. Pada 20 Oktober, program "News Room" JTBC kemudian menayangkan rekaman suara percakapan antara Lee Seok Cheol dengan CEO Kim Chang Hwan. Lee Seok Cheol yang masih berusia 18 tahun menunjukkan lebih banyak bukti penganiayaan, antara lain luka di kepala, memar di badan, serta tongkat besi yang digunakan untuk memukul dia dan teman-temannya. Lee Seok Cheol dan Lee Seung Hyun menyatakan akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

Media Line Entertainment, mengeluarkan pernyataan resmi tentang tuduhan kekerasan. Mengawali pernyataan tertulisnya, agensi tersebut meminta maaf atas situasi yang sedang terjadi. Mereka menyebut situasi terkait The East Light itu patut disesali. "Sekitar 1 tahun 4 bulan lalu, kami baru mengetahui bahwa produser eksekutif The East Light telah menganiaya para member saat mereka berlatih dan belajar," kata agensi tersebut. "Setelah itu kami berbicara dengan orangtua para member untuk menyelesaikan masalah dan kami berjanji kejadian itu tidak akan terulang lagi," lanjut Media Line Entertainment.

Menurut agensi tersebut sejak itu tidak ada kejadian serupa terjadi dan boy group itu sibuk dengan jadwal promosi. "Namun ketidakcocokan antara para member dengan produser tersebut semakin dalam. Menurut kami hal itulah yang menimbulkan kondisi saat ini," kata Media Line. Agensi itu menambahkan produser itu sudah bertanggung jawab atas perbuatannya dan mengajukan pengunduran diri. Media Line sudah mengabulkan permintaannya. "Terkait laporan yang menyebut CEO Kim Chang Hwan, selama ini dia mengawasi para member dengan penuh kasih sayang sejak mereka masih menjadi trainee muda," lanjut Media Line. Selayaknya orangtua, kata Media Line, CEO Kim Chang Hwan sesekali menanamkan disiplin kepada para member. Namun ia tidak pernah mengizinkan kekerasan. "Ia sedih ketika menyadari tidak bisa memberi perhatian sepenuhnya kepada para member," kata Media Line. Agensi itu berjanji akan mencari solusi terbaik bagi para member dan aktivitas mendatang The East Light. "Sekali lagi kami meminta maaf dari lubuk hati terdalam," pungkas agensi tersebut. The East Light terdiri dari enam member, yakni Lee Seokchul (18), Lee Eunsung (18), Lee Seunghyun (16), Kim Junwook (16), Jeong Sagang (15) dan Lee Woojin (15). (T/R10/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru