Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

`Pengabdi Setan´ Raih Best Horror di Toronto, Sutradaranya Garap `Gundala Putra Petir´ di Indonesia

- Rabu, 31 Oktober 2018 18:22 WIB
647 view
`Pengabdi Setan´ Raih Best Horror di Toronto, Sutradaranya Garap `Gundala Putra Petir´ di Indonesia
Gundala
Toronto (SIB) -'Pengabdi Setan' memenangkan penghargaan sebagai film horor terbaik. Film garapan Joko Anwar itu menang di ajang Toronto After Dark Film, Kanada.

Prestasi 'Pengabdi Setan' disampaikan sang sutradara, Joko Anwar, di akun media sosial pada Senin (29/10). "Pengabdi Setan menang penghargaan Best Horror Film di Toronto, Kanada," tulisnya dalam sebuah keterangan foto berupa poster 'Pengabdi Setan' di Instagram.

Saat mendapat anugerah terbaik tingkat global, sang sutradara sedang menyelesaikan proyek 'Gundala Putra Petir' di Indonesia. Akibatnya, Joko diapresiasi publik.

Proses pengambilan gambar film yang diangkat dari komik laris itu masih berlangsung sampai Oktober 2018. Hingga perilisan teaser perdana di panggung Indonesia Comic Con 2018, Joko mengatakan, proses syuting sudah masuk hari ke-48 dari 55 hari yang dijadwalkan.

Mengenai penghargaan tersebut, penggemar Joko mengapresiasi. "Makin bangga sama film yang satu ini. Semoga film @gundalaofficial bisa sesukses film PENGABDI SETAN," tulis @riadhfahrizi.

"Habis ini Gundala best action fantasi," ujar @bryanberkahlucky.

Warganet juga mengutarakan penantian mereka terhadap sekuel 'Pengabdi Setan' yang sempat diumumkan.

Film yang meraih Best Horror itu merupakan film daur ulang karya sutradara Sisworo Gautama yang dirilis pada 1980 silam. Film dibintangi Tara Basro, Bront Palarae, Dimas Aditya, sampai Ayu Laksmi. 'Pengabdi Setan' juga meraih banyak piala di Festival Film Indonesia 2017.

Mengenai 'Gundala Putra Petir' digarap Joko saat ini, semula aalah proyek gagal.

Gundala pernah difilmkan pertama kali pada tahun 1981 yang diperankan Teddy Purba di bawah arahan Lilik Sudijo. Rencana penggarapan film barunya juga pernah diumumkan di tahun 2014 dengan Hanung Bramantyo sebagai sutradaranya namun proyek itu gagal dan beralih ke Joko.

Di bawah payung Screenplay, BumiLangit Studio dan Legacy Pictures, Gundala digarap dengan versi baru. Minggu (28/10), tim produksi melepas teaser dan penampilan perdana Gundala, begitu juga dengan aktor pemerannya, Abimana Aryasatya.

Dalam rencana garapannya, Joko mengangkat dari kisah asli pertama. Dimulai saat Sancaka berlari ke dataran tinggi ketika hujan turun deras. Hatinya gundah setelah putus cinta dari sang kekasih. Seketika, petir menyambarnya, membawanya ke Raja Petir, Kaisar Kronz. 

Sebuah liontin diberikan untuknya, membuatnya bisa berubah menjadi sosok superkuat, Gundala. 

Mengeluarkan petir dari telapak tangan adalah kekuatannya. Sancaka pun resmi disebut 'Gundala Putra Petir' setelah Sang Kaisar mengangkatnya sebagai anak.

Kisah tersebut hasil karya Harya Suraminata atau Hasmi. Selama 13 tahun, sejak 1969 hingga 1982, Hasmi menghasilkan 23 judul komik jagoan petir tersebut. (T/R10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru