Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Tuntunan Salam 3 Jari Heri Budi Aryanto di Industri Kreatif

- Kamis, 24 Juli 2014 13:15 WIB
409 view
Tuntunan Salam 3 Jari Heri Budi Aryanto di Industri Kreatif
SIB/ist
Sibolga (SIB)- Heribertus Budi Aryanto memastikan, ke depan, industri kreatif Tanah Air berkembang pesat karena kreativitas anak-anak muda di Indonesia semakin berkembang didukung industri seluler. “Sekarang sedang dan makin trend salam 3 Jari yang maksudnya Persatuan Indonesia,” tandasnya di Medan, Rabu (23/7).

Heri menunjuk terobosan Digital Creative Indonesia (DCI) yang dipancangkan Telkomsel dua tahun lalu. Pencanangan itu  menginspirasi industri kreatif digital di Tanah Air guna membangun ekosistem DNA (Device, Network & Application) secara berkesinambungan. “Aplikasi di dunia maya beragam bener khususnya di dunia animasi yang merangsang pengembang aplikasi dan produsen telepon seluler di Indonesia. Saat itu saja Telkomsel  memperkenalkan 68 aplikasi lokal karya anak negeri.”

Pria familiar itu memang tak jauh dari industri kreatif. Ketika bertugas di Sibolga yang konsekuensinya membawa keluarga bermukim di wilayah berbatasan dengan pantai dan bukit, butuh kreator di industri kreatif. Istrinya, Franciska Xaveria dilibatkannya.

Perempuan yang disapa Maia  — karena wajah istri Heri mirip sekali dengan Maia Ahmad — itu menjadi instruktur di komunitas anak-anak muda, termasuk di sekolah putrinya yang punya bakat model. Maia, eh... Franciska memang penggelut dunia seni.

Perempuan berdarah Solo itulah yang membawa tren anak-anak muda di Sibolga mengenal fashion yang disesuaikan dengan budaya setempat. Heri menunjuk kreativitas anak muda Indonesia menjelang pemilihan presiden 2014 di mana ragam konten menarik mendapat perhatian luas dari publik. “Sekarang sedang trend Salam 3 Jari. Kreativitas sudah terlihat, khususnya di dunia maya.”

Kini, setelah bertugas di Medan, Heri menegaskan soal kreativitas industri kreatif Indonesia. “Anak-anak muda terus ditantang kreatif. Dengan jumlah kisaran 150 juta pelanggan, jalur distribusi, media channel dan infrastruktur yang dimiliki, Telkomsel optimis bahwa bersama-sama dengan developer lokal akan mampu menggairahkan industri digital kreatif Indonesia,” ujarnya sambil mengatakan developer lokal industri kreatif ada Bandung Digital Valley dan Jogja Digital Valley serta di Medan pun ada.

Tetapi, upaya bergelut di industri kreatif dunia digital kadang terganggu karena adanya aksi vandalisme. Merusak peranti dari dalam lingkungan base transceiver stations (BTS) dengan cara mencuri seperti baterai dan kabel yang membuat komunikasi tak maksimal. Hal tersebut diakui General ICT Operation Region Sumbagut Telkomsel Awal R Chalik yang mengatakan  kasus pencurian tersebut sedang proses hukum. “Karena barang-barang itu adalah milik negara sebab Telkomsel merupakan anak perusahaan Telkom, BUMN Indonesia!”

Gangguan dimaksud, seperti dyang dikeluhkan selama ini, koneksi lemot bahkan sama sekali gagal. Chalik menegaskan, dampak  dari pencurian itu bahwa di sekitar site tersebut akan hilang sinyal sehingga layanan tidak dapat digunakan pelanggan.

Untuk industri kreatif, ada 8 kategori yaitu: e-commerce, games, edutainment, entertainment, information, lifestyle, social media serta utilities. “Aplikasi-aplikasi itu siap dinikmati dengan cara menghubungi *500*68# dan mengakses www.telkomsel.com/temandev,” (r9/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru