Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Jasad Mamiek Srimulat Dimakamkan di Ngawi Didampingi 3 Istri

- Senin, 04 Agustus 2014 11:05 WIB
2.401 view
Jasad Mamiek Srimulat Dimakamkan di Ngawi Didampingi 3 Istri
Solo (SIB)- Mamiek Prakoso meninggal di Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta, Ahad, (3/8)  pukul 14.35. Menurut adik Mamiek, Eko Gudel, jenazah pelawak senior itu langsung dibawa ke rumah duka di Desa Sidowayah, Kecamatan Sidowayah, Ngawi, Jawa Timur.Rencananya, pemakaman  dilakukan pada Senin, (4/8) di Ngawi.

Eko Gudel mengatakan kakaknya sempat mengeluh sakit perut dan tidak bisa buang angin.

"Sempat dirawat di Ngawi dua hari sebelum Lebaran. Tapi kemudian dirujuk ke Solo, Sabtu, (2/8)," katanya di Surakarta. Sebelumnya, Eko mengatakan, selama ini kakaknya tidak pernah mengeluh sakit. Itu sebabnya dia sempat kaget Mamiek sampai dirawat di rumah sakit.

Sahabat Mamiek yang juga kakak penyanyi Didi Kempot, Yusroni, mengatakan, saat menunggui di rumah sakit, Mamiek sudah bisa bercanda. "Semalam sampai pukul 22.30 masih bercanda. Jam 23.00 minta minum teh pahit," katanya.

Dia mengatakan terakhir pentas bersama Mamiek tiga bulan lalu. Mereka naik panggung atas undangan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

Pimpinan Srimulat Surabaya, Agus Sarminto, mengatakan, semula komedian yang suka mewarnai rambutnya di bagian samping itu telah direncanakan akan diundang sebagai bintang tamu dalam pentas Srimulat di Taman Hiburan Rakyat Surabaya.

 Pentas tersebut akan dilaksanakan setelah Lebaran ini. "Saya sudah telepon Mas Mamiek sebelum Lebaran lalu. Saat itu informasinya dia lagi kurang enak badan!"

Srimulat Surabaya, kata Agus, telah beberapa kali mendatangkan bintang tamu untuk menggaet animo penonton.

Sejumlah pelawak terkenal, seperti Kirun, Yati Pesek, Topan, serta penyanyi Sony Jos pernah diundang. "Habis Lebaran ini rencananya Mas Mamiek yang giliran kami undang," kata Agus.

Mengundang Mamiek yang mengawali kariernya di Srimulat Surabaya pada 1980, menurut Agus, tidak sulit. Asal jadwal pentasnya tidak berbenturan, pelawak asal Ngawi itu pasti datang. Bila yang mengundang Srimulat Surabaya, Mamiek tidak pernah mempersoalkan jumlah honor.

 "Mas Mamiek itu orangnya solider dan setia kawan. Meskipun sudah jadi pelawak top, tapi tidak lupa asal-usulnya," kata Agus sambil mengatakan meninggalnya Mamiek membuat Indonesia kehilangan salah satu pelawak andal. Sebab, bersama para alumnus Srimulat lain, Mamiek telah mengisi ingar-bingar dunia lawak di Tanah Air. "Seperti umumnya pelawak Srimulat lainnya, Mas Mamiek punya ciri khas tersendiri dalam melawak," ujar Agus.

Salah seorang pelawak senior Srimulat, Tohir, mengatakan Mamiek merupakan pelawak yang berbakat serta berwawasan luas.

Pelawak yang pernah punya ciri khas rambut kuning di atas daun telinga itu tak hanya piawai melempar umpan, namun juga pandai membanyol.

"Saat masuk ke Srimulat Surabaya sekitar 1980, Mamiek merupakan pelawak muda yang berbakat," ujar Tohir, yang menjadi anggota Srimulat Surabaya sejak 1966.

Tohir mengatakan Mamiek menjadi salah satu pelawak penting di Srimulat Surabaya ketika itu selain Paimo, Tarsan, Asmuni, Polo, Verawati, dan sejumlah pelawak lain. Mamiek pun pernah merasakan besutan langsung pendiri Srimulat, Teguh Slamet Rahardjo. "Untuk memperkuat Srimulat Surabaya, Kadir, yang waktu itu main di Srimulat Solo, didatangkan. Boleh dibilang itu zaman keemasan Srimulat Surabaya," ujar Tohir seperti diberitakan Tempo.Co.

Gogon, mengaku kaget mengetahui pelawak yang biasa dipanggil Mamiek Srimulat itu meninggal.

 "Dia tidak pernah mengeluh sakit. Sepertinya dia sehat terus," katanya selepas melayat ke RS Brayat Minulya.

Dia menganggap Mamiek sebagai saudara sendiri. Waktu kecil, Mamiek pernah tinggal di rumahnya di Slipi, Jakarta.

"Saat kami di Srimulat, saya dan Mamiek juga tinggal serumah," ucapnya.

Dia terakhir kali bertemu dengan Mamiek sebulan lalu dalam resepsi pernikahan teman Mamiek. Saat itu, dia diminta Mamiek beryanyi untuk menghibur hadirin.

Kenangan yang paling membekas saat pentas dengan Mamiek adalah ketika dia berperan sebagai manusia yang digantung.

 "Tidak tahunya saya digantung beneran. Entah apa yang salah. Mamiek juga tidak tahu kalau saya digantung beneran," katanya.

Selain Gogon, Nunung juga terlihat melayat ke rumah sakit tersebut. Dia tampak terpukul dan menangis histeris saat jenazah Mamiek dimasukkan ke mobil jenazah dan dibawa ke Ngawi untuk dimakamkan

Mamiek meninggalkan tiga istri, yakni Surani, Sri dan Atik. Ketiganya diagendakan mendampingi pengebumian sang komedian legenda tersebut.

Dari istri pertama, Mamiek memiliki satu anak laki-laki; dari istri kedua satu anak laki-laki; dan dari istri ketiga tiga anak perempuan. (t/r9/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru