Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Konvensi Global, Palang Merah Minta Game Jangan Melulu Pembunuhan

Redaksi - Rabu, 22 Januari 2020 19:05 WIB
142 view
Konvensi Global, Palang Merah Minta Game Jangan Melulu Pembunuhan
banjarkuumaibungasnya.blogspot.com
Ilustrasi
San Antonio (SIB)
Konvensi video game di San Antonio, Texas, Senin (20/1) melahirkan kesepakatan baru. Kreator Fortnite Games dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) berkolaborasi untuk tidak melahirkan game melulu berisi pembunuhan. Dalam kerja sama itu, konten yang diciptakan adalah menyelamatkan nyawa, bukan menghabisi pihak lawan dalam setiap permainan. Untuk mengedukasi publik, Palang Merah menurunkan petugas di sedikitnya 80 negara di dunia.

Dalam permainan game yang dirancang tersebut, pemain diarahkan untuk merawat warga sipil yang kesusahan, membangun kembali infrastruktur penting, menyingkirkan ranjau darat dan mendistribusikan bantuan secepat mungkin.

Di kegiatan global itu hadir para gamer sohor yang berasal dari DrLupo, Lachlan dan ONE_Shot_GURL. "ICRC mengakui bahwa eksistensi komunitas game ini semakin penting," demikian pernyataan Palang Merah Internasional, merujuk estimasi gamers di seluruh dunia mencapai 2 miliar orang, seperti disiarkan HarNas.Co

Direktur komunikasi dan teknologi di ICRC Jennifer Hauseman bahkan meyakini, gamers masa kini tidak terbatas pada kelompok usia atau kalangan tertentu. "Video games telah menjadi hiburan mainstream di dunia entertainment dan platform sosial sejak lama. Kami tahu, dewasa ini banyak gamer berasal dari kalangan seperti tentara (dulu dan sekarang), perwira militer, CEO perusahaan, pengacara, dan bahkan pemimpin politik."

Sebelumnya, ICRC bermitra dengan studio Bohemia Interactive yang berkantor di Praha, Rep Ceko, untuk mengintergasikan pesan-pesan tentang hukum humaniter dalam game Arma 3. (T/R9/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru