Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026
Selingkuh Artis Terungkap

PBB Pastikan WhatsApp Putra Mahkota Saudi Retas HP Pemilik Washington Post

Redaksi - Jumat, 24 Januari 2020 11:19 WIB
225 view
PBB Pastikan WhatsApp Putra Mahkota Saudi Retas HP Pemilik Washington Post
MANDEL NGAN / AFP
Ponsel Jeff Bezos diduga diretas Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman lewat video yang dikirim lewat WhatsApp

Geneva (SIB)
Terungkapnya perselingkuhan Jeff Bezos dengan seorang artis televisi AS berbuntut panjang. Selain menjatuhkan pamor pemilik Washington Post tersebut, pria terkaya di dunia itu meyakini, smartphonenya dibajak oleh orang bukan biasa, Kamis (23/1), Penyelidik HAM PBB mengatakan, Arab Saudi mungkin meretas HP Bezos dalam upaya mempengaruhi liputan berita surat kabar negara itu di Timur Tengah.


Dalam laporan yang dirilis, video dari akun WhatsApp Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dikirim ke HP miliarder itu. "Tuduhan peretasan terhadap telepon Bezos dan telepon orang lain, menuntut penyelidikan segera oleh AS dan otoritas terkait lainnya," kata Pelapor Khusus PBB Agnes Callamard dan David Kaye di Geneva.


Pakar forensik digital PBB yang menganalisa telepon Bezos pada 2019 mengatakan, catatan menunjukkan bahwa dalam beberapa jam setelah menerima video itu, ada "keanehan dan perubahan pada perilaku telepon," menurut laporan itu.


Pakar juga mengatakan, jumlah data yang sangat besar dari telepon Bezos ditransmisikan pada bulan-bulan berikutnya.


Kedutaan Saudi di AS dengan keras membantah peretasan telepon itu dan mencuit bahwa laporan media yang menuduh terjadi peretasan itu "tidak masuk akal." Kedutaan juga menyerukan penyelidikan masalah ini "sehingga kita bisa melihat semua bukti yang ada."


Sebelumnya, South China Morning Post melaporkan, peretasan pada 2018 saat pangeran mengirimkan pesan ke Bezos. Para penyelidik menemukan bukti digital yang mengisyaratkan bahwa pesan itu berisi kode yang pada akhirnya menyebabkan terjadi peretasan telepon sang miliarder itu.


The Financial Times, yang mengonfirmasi unsur-unsur akun hacking The Guardian, mengatakan analisis itu dilakukan perusahaan penasihat bisnis global FTI Consulting. Perwakilan perusahaan tersebut menolak berkomentar, dengan mengatakan: "Kami tidak mengomentari, mengkonfirmasi atau menolak keterlibatan klien atau keterlibatan potensial".


CNNIndonesia.Com melaporkan, peretas telah mendapat banyak informasi dari handphone Bezos berkat Spyware. Hanya dalam waktu beberapa jam, pengintaian bisa langsung dilakukan setelah video tersebut sudah terkirim.


Spyware merupakan kode jahat yang digunakan untuk memata-matai korban peretasan. Penyidik PBB menduga bahwa Arab Saudi kerap memakai spyware untuk memata-matai sejumlah pihak.


Bezos mulai curiga bahwa ponselnya dibajak saat perselingkuhannya terbongkar ke publik. Bezos menyelidiki masalah tersebut dengan menyewa seorang penyidik. Kasus peretasan pun dikaitkan dengan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Sebelum ditemukan tewas, Khashoggi merupakan wartawan yang kerap mengkritik kerajaan Arab Saudi. Setelah Khashoggi meninggal, Washington Post pun kerap memberitakan kasus pembunuhan tersebut. Pangeran Saudi di sebut-sebut terlibat dalam kasus dimaksud. (T/R9/f)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru