Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Virus Corona Batalkan Pemutaran Film Blockbuster di China

Redaksi - Minggu, 26 Januari 2020 19:23 WIB
636 view
Virus Corona Batalkan Pemutaran Film Blockbuster di China
cnnindonesia.com
Ilustrasi
Beijing (SIB)
Memeriahkan Tahun Baru 2571 Kongzili, panggung bioskop di Tiongkok menyiapkan film-film blockbuster. Mulai dari produksi sineas Negeri Tirai Bambu, Hollywood dan Korea termasuk Bollywood. Tetapi, sebelum hari H, sejumlah agenda pemutaran tontonan, dibatalkan di tengah kekhawatiran wabah virus corona.

Bersamaan wabah tersebut, film bertema bencana berjudul ‘The Flu’ paling banyak di acara dan disaksikan. Film berisi bencana dan cara terbaik menghadapinya untuk ke luar dari persoalan.

Film Korea Selatan tersebut paling dicari dan paling banyak diulas di Tiongkok termasuk di situs jejaring sosial Douban. Film dokumenter tentang SARS 2003 tersebut jadi yang paling banyak dicari di TV.

Media Barat, Kamis (23/1), melaporkan, distributor sepakat membatalkan penayangan film meski Imlek 2020 merupakan periode blockbuster dengan prospek penjualan tiket hingga 1 miliar dolar AS atau lebih dari Rp13,6 triliun.

Keputusan itu diambil mengikuti anjuran ahli medis di Tiongkok yang telah memperingatkan masyarakat agar tidak berkumpul di tempat-tempat ramai, termasuk bioskop. Wanda, rumah produksi terbesar di negara dengan penduduk terbanyak di dunia itu, mendukung kebijakan dalam menghadapi epidemi dimaksud dan sama-sama mengajak mengatasi kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan.

Sejumlah film yang dibatalkan di antaranya sekuel aksi komedi ‘Detective Chinatown 3’, ‘Lost in Russia’, ‘Leap’, ‘The Rescue’ dan animasi keluarga ‘Boonie Bears: The Wild Life’.

Meski demikian, hingga Rabu (22/1) tiket senilai lebih dari 52 juta dolar AS atau kisaran Rp709 miliar telah terjual hanya untuk hari pembukaan film baru pada Sabtu (25/1). Tetapi, pasar penjualan saham di Tiongkok terlanjur anjlok.

Tahun Baru Imlek yang dilukiskan sebagai migrasi tahunan terbesar di dunia, menjadi momen terindah menikmati film baru di bioskop. Analis kesehatan memastikan, migrasi massal itu akan membuat epidemi virus corona jauh lebih sulit diatasi.

Hingga Rabu (22/1) menjelang Kamis (23/1), warga kota Wuhan sudah beremigrasi. Ratusan ribu warga kota berpenduduk 11 juta jiwa itu dilaporkan telah bepergian sebelum larangan semua kereta, pesawat, dan bus untuk meninggalkan kota metropolitan mulai berlaku Rabu pukul 10.00 pagi waktu setempat. (T/R9/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru