Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

Malpinas Lestarikan Lawak Etnik Via Pementasan Tradisional

Redaksi - Jumat, 21 Agustus 2020 22:17 WIB
1.263 view
Malpinas Lestarikan Lawak Etnik Via Pementasan Tradisional
Foto: Dok/KomiteIndependenBatak
Malpinas : Komedian Loren Sibagariang yang populer dengan nama Malpinas bersama Capt Tagor Aruan dan Ovtavianus Hutahaean dan Ulubalang KIB di Amplas - Medan Amplas jelang perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia. 
Medan (SIB)
Malpinas masih eksis. Pelawak etnik yang memiliki penggemar fanatik itu komit dengan pilihannya menghibur publik. “Tetap... tetap kreatif,” ujar pria bernama asli Loren Sibagariang itu ketika mengikuti silaturahim dengan Ketua Komite Independen Batak (KIB) Capt Tagor Aruan dan Ulubalang KIB di Amplas - Medan Amplas, Medan, jelang perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia.

Menegaskan komitmennya, meski di lapo, Mapinas tetap mengetengahkan idiom-idiom yang kadung dicapkan padanya. Kadang, memanfaatkan perkembangan teknologi digital tapi lebih memilih media tradisional. “Industri komedi di Indonesia sedang mekar tapi lawak etnik, tidak! Itulah sebabnya kenapa Malpinas tetap kreatif. Minimal, dengan cara ini generasi muda Indonesia khususnya milenial Bangso Batak paham bahwa warisan leluhur itu juga terkait dengan lawak,” ujarnya.

Tanpa memakai nama Malpinas, Loren Sibagariang pun populer. Bahkan, warga memisahkan Malpinas dan Loren. Padahal... ya itu tadi, orangnya sama.

Capt Tagor Aruan mendukung langkah Malpinas. Pria penggiat seni etnik itu memastikan diperlukan kreator etnik di era digital. “Warisan leluhur harus didekatkan dengan milenial. Satu di antaranya dengan memublikasi konten etnik di digital,” ujar pria yang membaktikan sebagian usianya di industri kebaharian global itu didampingi Octavianus Hutahaean.

Ketua KIB itu mengatakan, pada masanya lawak etnik pernah populer. Ada Opera Serindo yang populer hingga ke luar Nusantara. Disusul Sotul Nabalau. Kemudian ada Nai Malvinas sebagai nama pentas untuk Abraham Alus Simarmata yang pada Selasa tanggal 23 April 2013 di RSCM Jakarta. “Bangso Batak bahkan Indonesia dan dunia perlu komedi. Komedia cerdas tak hanya membuat tawa tapi memiliki misi. Bangso Batak perlu komedian yang mencerdaskan kehidupan dan menjayakannya,” tutup Capt Tagor Aruan. (T/R10/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru