Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Kidung Terinspirasi Perjalanan Religi Samaria Budi Sinulingga br Tarigan

Redaksi - Minggu, 20 Maret 2022 22:51 WIB
847 view
Kidung Terinspirasi Perjalanan Religi Samaria Budi Sinulingga br Tarigan
Foto: Facebook
Pengidung: Sebagian pengidung yang berwadah dalam Kebaktian Wanita Debora berama Bupati Karo Corry Sebayang saat peluncuran Butet - Ria Samaria (“Tulang Rusukku”) Pelayanan yang Tiada Henti di Medan, Sabtu (19/3). Paling kiri
Medan (SIB)
Samaria Delina br Tarigan wafat 13 Juli 2021 di Jakarta. Sabtu (19/3), sang suami, Budi Derita Sinulingga, di Medan merilis buku Butet - Ria Samaria (“Tulang Rusukku”) Pelayanan yang Tiada Henti dalam ibadah agung.

Buku diluncurkan menandai ulang tahun pria karier anak Tuhan pertama yang menduduki posisi tertinggi di pemerintahan sipil tersebut tapi olehnya dikaitkan dengan mengenang almarhumah istrinya.

Massa yang datang, bejibun. Sama ramainya ketika prosesi pengebumian Ria tapi acara tetap khidmat. Terlihat puluhan tokoh. Mulai yang mewakili Gubernur Sumut, mantan Gubernur HT Erry Nuradi, mantan Sekda Prov Sumut Dr RE Nainggolan MM, Dr Amrun Daulay MM, Bupati Karo Corry Sebayang, sejumlah sekretaris daerah kabupaten kota di Sumut dan Jawa serta sejumlah tetamu dari luar negeri. Ketua PWKI Deprianty br Tamba dan Sekretaris S br Pasaribu.

Yang menarik perhatian adalah penampilan kidung pujian suguhan rekan-rekan almarhumah dalam Kebaktian Wanita Debora (KWD) serta para tokoh dan pimpinan lintas denominasi gereja. Kidung tersebut terinspirasi dari perjalanan religi perempuan kelahiran Medan, 4 Juli 1953 sebagai putri keempat dari tujuh bersaudara anak pasangan Raman Luther Tarigan - Ny Ruth br Sinuraya tersebut. “Saya menjadi manusia yang paling beruntung karena diberi-Nya kesempatan mendampingi Butet, membesarkan anak-anak dan bermain dengan cucu hingga akhir hayatnya,” ujar Budi Sinulingga.

Butet adalah panggilan dekat keluarga untuk Samaria, yang sejak dini dibekali moral religi dan adat-istiadat oleh keluarganya.

Perjalanan religinya dimulai sejak menjadi song leader. Tak hanya di gereja tapi di setiap kebaktian dan pelayanan sosial.

Tetapi benar-benar total melayani-Nya ketika bergabung dengan Yayasan Agape Maranatha bentukan Anny Pardede.

Dari sana Samaria bergabung dengan KKR. Mulai dari lokal hingga internasional dengan pembicara Ev Suzette Hattingh.

Ketika membentuk Arisan Wanita Debora yang bermetamorfosis menjadi KWD, tanggung jawab mewartakan kabar gembira menjadi mutlak.

Langkah tersebut dilakukannya karena merealisir cita-citanya sebagai wakil Yesus di dunia seperti yang digariskan dalam 1 Korintus 2: 1 - 5. Pelayanan tak kenal waktu.

Mulai dari negara-negara ASEAN, Asia seperti Hong Kong dan Macau hingga ke Eropa dan Amerika. Yang paling menantang Samaria dalam menyebarkan Alkitab ketika memberi penguatan pada TKI di negara mayoritas muslim.

Samaria memiliki pribadi memesona. Rekannya berasal dari ragam agama dan kepercayaan. Seperti pengakuan Nurmainy Siregar, mantan Ketua Dharma Wanita Provinsi Sumut. “Ibu Samaria berhasil menguatkan iman istri-istri PNS di Sumut,” ujarnya di jeda peluncuran buku.

Pdt R Bambang Jonan, Gembala Pembina GBI Rumah Persembahan mengagumi empati Samaria, yang bersedia menjual perhiasan pribadinya untuk membantu gereja melunasi hutang ketika membeli sound system. Saat itu hutang melonjak sampai 4 kali lipat karena nilai dolar AS naik dari Rp4.000,- menjadi Rp15.000,- “Ibu Samaria menjual hartanya setelah didatangi-Nya dalam mimpi,” ujarnya.

Wakil Sekum PGI Pdt Krise Gosal merasakan kesiapsediaan Samaria berbakti untuk seluruh gereja tanpa memandang latar belakang.

Artis Laury Anita Brahmana mencatat Samaria memiliki jiwa pemersatu. Hal serupa diutarakan Ketua KWD Monca Sihotang dan Sekretaris Ida Nora Nasution.

Ratu R & B Indonesia Lydia Nursaid merasakan sifat keibuan almarhumah yang melindungi dan menyiram kasih sayang.

“Saya wajib menginap di rumahnya jika ada pelayanan di Medan,” ujarnya.

Roslianna Sukatendel, rekan sepelayanan Samaria di GBKP merasakan ada nilai profetik almarhumah saat melayani di dalam dan luar negeri. Hal yang sama dirasakan mantan Kabid Kainonia Moderamen GBKP Pdt Erick Barus.

Anny Pardede sempat heran karena Samaria adalah istri pejabat tapi kenapa bersedia melayani kaum papa sepenuh hati.

Perasaan serupa dirasakan Ketua Klasis GBKP Medan Delitua Pdt Magdalena br Munthe dan mantan Kelompok Ahi Biro SDM GBKP Sukaria Sinulingga. (Facebook/R10/a)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru