Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 14 September 2026

Ada Tari Seribu Tangan dari Anak-anak Cacat dalam Konser Karya Murni Choir

- Minggu, 02 November 2014 18:39 WIB
961 view
Ada Tari Seribu Tangan dari Anak-anak Cacat dalam Konser Karya Murni Choir
Medan (SIB)- Konser Karya Murni Choir yang diagendakan digelar pada Jumat, 7 November 2014 di Selecta Royal Ballrom Medan memastikan tampilnya anak-anak cacat menarikan Tari Qeon Xo - Seribu Tangan. Tarian khas dari Thailand itu lebih dekat dengan ritual Buddha. “Konser Karya Murni Choir memang lintasagama, lintaspuak dan tanpa memandang strata sosial. Semua penampilan adalah anak-anak disablitas,” ujar Ketua Panitia Konser Karya Murni Choir Ir Ramses Simbolon MSc di Karya Kasih Jl Monginsidi Medan, Rabu, (29/10), guna memantapkan konser dua tahunan yang melibatkan anak-anak disablitas dari ragam kebutuhan khusus.

Selain tari yang diadopsi dari ritual Buddha, disuguhkan pula sejumlah mata tari etnik di antaranya bertajuk Siksik Sibatu Manikam dan Tangiang Ni Dainang. Kedua mata tari etnik itu pun diisi dengan gerak dari anak disablitas. “Tiap 7 November, Kongregasi Suster St Yosef (KSSY) merayakan hari didirikan KSSY di Belanda. Misinya adalah memberi pendidikan dalam maksud memberdayakan anak-anak disablitas,” tandas Ramses Simbolon didampingi sekretaris Sr Aurelia Sarumaha KSSY.

Anggota DPRD Sumut tersebut menambahkan,  Konser Karya Murni Choir melibatkan sejumlah paduan suara yang sudah kondang di lingkungan anak sekolah seperti Beata Voce Choir dan Amoris Lumine Choir dari SD St Antosius dan SMP Putri Cahaya serta SMP St Yosef Medan. Bersamaan para penampil dari anak disablitas, disuguhkan pula artis profesional seperti tari klasik Eropa dari Erna Ballet Studio, sejumlah penyanyi profesional seperti Randi Ryan, pembacaan puisi oleh Siti Aisyah, Ratu Trifonia Siagian dari SMP St Yosef dan lainnya.

Konser bertema Bersyukur dan Terus Berkarya dan subtema Kita Mau, Kita Bisa!!! tersebut terbuka untuk umum dan gratis. Mengenai nafas yang diembuskan dalam maksud memberi kesempatan pada anak disablitas menuangkan kemampuannya diewajantah melalui panggung seni.

Artistika pesta seni anak-anak berkebutuhan khusus tersebut ditangani Anton Sitepu, seniman etnik yang berulang kali mengharumkan nama Indonesia di manca negara. Segala rinci kesenian yang ditampilkan disesuaikan dengan tema. Hendra Fisher Lingga dilibatkan untuk penataan vokal dan musik. “Sebab penampilan dimaksimalkan seperti pertunjukan musik di atas pentas besar, penampil harus menguasai piranti pentas,” jelas Anton Sitepu.

Mengemas kegiatan kolosal itu dibentuk panitia dengan pembina Pastor Paulinus Simbolon OFMCap, Sr Ignasia Simbolon KSSY dan Sr Reynelda Gultom KSSY. Panitia pelaksana: ketua dan wakil: Ramses Simbolon, Sr Gerarda Sinaga, Florida Pardosi. Sekretaris dan wakil: Sr Aurelia Sarumaha KSSY dan Sr Leoni Silaen KSSY. Bendahara dan wakil: Lenny Jhon Koman, Sr Klarensia Berutu KSSY dan Sanny Situmorang.

Dibantu Sr Sofia Nainggolan KSSY, Sr Agatha Jimur,  Sr Agustina Manao, Sr Caritas Situmorang, Sr Yosina Sinaga, Sr Aniceta Sihotang dan Maria Hasan. (rel/r9/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru