Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Samosir Enjoy Angkat Budaya Etnik Padukan Tantangan Danau Toba

- Selasa, 04 November 2014 14:49 WIB
556 view
 Samosir Enjoy Angkat Budaya Etnik Padukan Tantangan Danau Toba
Samosir Enjoy: Rombongan dari Medan disuguhkan budaya etnik di Danau Toba oleh Samosir Enjoy.
Tuktuk Siadong (SIB)- Sukses konser konser Hermann Delago Austria Orchestra Toba to Batak di Open Stage Tuktuk Siadong, Simanindo, Samosir berdampak pada penggalian kesenian etnik di pulau yang berada di tengah Danau Toba tersebut. Samosir Enjoy Travel mengangkat budaya etnik yang memadukan tantangan Danau Toba. “Namanya danau, pasti bersentuhan dengan air. Sekarang, bagaimana air dan kesenian etnik itu dipadukan memacu adrenalin. Jadi, pengunjung tak hanya diposisikan sebagai obyek, yakni menonton tapi terlibat,” jelas Marketing of Samosir Enjoy Travel Kiki Andrea SS, Kamis (16/10), usai membawa rombongan Toshiba Medan menikmati kesenian etnik dan tantangan Danau Toba.

Menurutnya, bersama anak-anak di lingkungan Danau Toba, khususnya di Simanindo, Samosir kini sedang tekunnya menggali kesenian etnik leluhurnya. Para anak tersebut tak hanya diajari bagaimana melakoni budaya dan kesenian etniknya tapi menjadi pribadi yang mandiri dan paham akan tanggung jawab sebagai warga negara. “Anak-anak diajari manortor, bukan hanya untuk terlihat mahir dalam pertunjukan tapi menyelami filosofi budayanya. Dengan cara demikian, anak-anak menjiwainya,” tandas Kiki Andrea sambil menunjuk bahwa dalam konser dua negara sepanggung yang digagas Henry Manik dalam Hermann Delago Austria Orchestra Toba to Batak anak-anak di lingkungan kecamatan tersebut terlibat tampil hingga memberi nuansa tersendiri.

Pendiri sekolah gratis — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Unity — bagi anak-anak tak mampu di Medan dan di Samosir itu mengatakan, seperti di Bali, anak-anak diajari menari bukan cuma untuk mempertunjukkan kekayaan leluhurnya pada publik tapi memahami filosofi yang melekat dalam budaya Bali. Kenyataan itu menjadikan warga Bali di seluruh dunia sebagai duta seni dan budaya. “Anak-anak Batak, khususnya anak-anak di Samosir pun harus menjadi duta seni budayanya. Dengan demikian, potensi Samosir atau Danau Toba secara keseluruhan tergali. Hal serupa diharapkan dari anak-anak Karo khususnya mereka yang berada di sekitar Danau Toba dan puak etnik lainnya,” tandas Kiki Andrea.

Selain menampilkan budaya etnik dalam persuaan, khususnya bagi pendatang, melalui Samosir Enjoy Travel menyediakan seluruh hal potensi Danau Toba dan kesenian melalui dunia maya di www.samosirenjoytravel.com atau email samosirenjoytravel@yahoo.com. “Langkah ini, meskipun tergolong terlambat jika dibandingkan dengan Bali, misalnya tapi lebih baik dikerjakan sekarang,” tutupnya. (rel/r9/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru