Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Ratu Elizabeth dan PM Bangladesh Diancam Bunuh

- Minggu, 09 November 2014 12:56 WIB
445 view
London (SIB)- Kepolisian Inggris telah menggagalkan plot untuk membunuh Ratu Elizabeth II menjelang peringatan Remembrance Day. Empat tersangka telah ditangkap terkait plot tersebut. Menurut tabloid Inggris, The Sun seperti dilansir dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (8/11), keempat tersangka itu telah berencana membunuh sang Ratu dengan pisau. Plot pembunuhan ini terkuak dalam misi pengintaian rutin yang dilakukan kepolisian Inggris. Menurut The Sun, sang Ratu dan Perdana Menteri Inggris David Cameron telah diberitahu mengenai ancaman pembunuhan tersebut.

Keempat tersangka tersebut ditangkap dalam operasi penggeledahan yang dilakukan di empat alamat di London barat dan High Wycombe di wilayah Thames Valley pada Jumat, 7 November malam waktu setempat. Dalam operasi itu, polisi membekuk empat pria berumur 19 tahun hingga 27 tahun. Salah satu tersangka merupakan seorang pria yang dikenal dengan nama Yusuf, usia 19 tahun. 3 lainnya tak disebutkan namanya. Ketiganya masing-masing berusia 22 tahun,  25 tahun, dan 27 tahun. Penangkapan ini dilakukan setelah adanya informasi intelijen yang diterima kepolisian.

Saat ini aparat polisi juga tengah melakukan penggeledahan di empat alamat lainnya yang terkait dengan keempat pria tersebut. Kepolisian tidak memberikan keterangan lebih detail mengenai plot pembunuhan sang Ratu Inggris. Namun disebutkan bahwa serangan itu rencananya akan dilakukan di wilayah Inggris. Keempat tersangka pun masih ditahan atas dugaan keterlibatan dalam pembuatan, persiapan atau penghasutan aksi terorisme.

Ratu Elizabeth dan Perdana Menteri David Cameron telah diberitahu polisi soal ancaman pembunuhan dan penangkapan tersebut. Inggris sebelumnya meningkatkan status ancaman terorisme menjadi "waspada", artinya serangan teroris di Negeri Kerajaan sangat mungkin terjadi dalam beberapa waktu ini.

Terlebih setelah ada ancaman bahwa warga negara Inggris yang kembali dari Timur Tengah sebagai anggota ISIS bakal melancarkan serangan di negara asal.

Sebelumnya relawan asal Inggris, yakni David Haines dan Allan Henning dipenggal algojo ISIS, berdasarkan video eksekusi yang beredar di internet.

Rencana pembunuhan juga ditujukan kepada PM Bangladesh Sheikh Hasina. Namun rencana itu berhasil digagalkan kepolisian India dengan menangkap seorang tersangka.Tersangka, seorang wanita berumur 36 tahun, juga berencana melakukan kudeta..

Penangkapan ini dilakukan beberapa hari setelah pejabat-pejabat keamanan India mengungkapkan telah membongkar plot serangkaian serangan di Bangladesh, yang menargetkan PM Hasina. Plot tersebut akan dilakukan oleh para anggota kelompok militan Jamaat-ul-Mujahideen. Kelompok tersebut juga berencana membunuh pemimpin oposisi utama Bangladesh, Khaleda Zia. Hasina dan Zia telah mendominasi politik Bangladesh selama lebih dari 10 tahun.

Dikatakan Pallab Bhattacharjee, pejabat kepolisian di negara bagian Assam, wanita tersebut juga didakwa mengumpulkan senjata dengan niat untuk melancarkan perang terhadap India. "Dia telah ditangkap oleh unit operasi khusus Kepolisian Assam dan akan dibawa ke pengadilan hari ini," ujar Bhattacharjee.
Konspirasi pembunuhan ini terkuak setelah dua anggota kelompok terlarang tersebut tewas dalam ledakan di West Bengal, India timur bulan lalu. Ledakan tersebut terjadi saat mereka sedang merakit bom di sebuah rumah. Menurut kepolisian India, para militan tersebut merupakan warga Bangladesh dan menggunakan India sebagai tempat untuk merencanakan serangan-serangan tersebut. (Detikcom/Rtr/R15/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru