Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Sony Wakwaw, Bocah Pemulung Jadi Artis Berhonor Rp1 Juta / Hari

- Minggu, 09 November 2014 16:49 WIB
1.534 view
Sony Wakwaw, Bocah Pemulung Jadi Artis Berhonor Rp1 Juta / Hari
Jakarta (SIB)- Sony Wakwaw jadi fenomena. Bocah 11 tahun pemeran anak-anak yang selalu mengenakan topi baret merah di sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah (EIPM) tersebut dewasa ini jadi ikon pertelevisian Indonesia. Konsekuensinya, dalam sekejap Sony mendadak populer dengan honor Rp1 juta / hari. Duit sejuta itu untuk satu episode dibayar  cash karena anak-anak pemilik pandangan spesifik ikut berlakon dalam sinetron laris dimaksud.

Sebelumnya, Sony tak ada kaitan dengan sinetron dimaksud karena profesi sebelum jadi artis merupakan seorang juru parkir mobil dan motor di lokasi syuting di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Bila tidak iktu mengatur kendaraan di daerah wisata itu, Sony berprofesi sebagai pemulung bersama ayahnya yang keliling menggunakan gerobak.

Seringnya Sony berada di lokasi syuting menggoda para kru untuk mengajaknya syuting. Awalnya Sony tak diberikan beban banyak di EIPM. Ia hanya berteriak: "Bapak..." dengan gayanya yang khas dan juga mengucapkan kata: Wakwaw. Ternyata kata "wakwaw" menjadi populer dan jadilah Sony mendapat tambahan nama menjadi Sony Wakwaw.

Pertama kali main, Sony Wakwaw dibayar Rp 50 ribu. Karena saat itu Sony hanya tampil sebentar dan baru pertama kali main. Tak lama kemudian naik menjadi Rp 100 ribu, lalu naik lagi menjadi Rp 200 ribu. Sekarang honor Sony Wakwaw sebagai pemain sinetron dihargai Rp1 juta per episode. "Bayangkan saja, baru muncul kemarin sudah bisa mencapai angka segitu," kata  Emil G Hampp, sutradara EIPM, seperti diberitakan SCTV, Jumat, (7/11). Artinya dalam sebulan Sony mengantongi penghasilan sebesar Rp30 juta.

Hasil dari berakting, Sony membantu perekonomian keluarganya. Bahkan Sony bisa membelikan ayahnya sebuah sepeda motor baru.

Latar pendidikan Sony adalah putus Sekolah Dasar. Drop aut dari bangku pelajaran karena Sony pernah tak naik kelas selama 3 tahun berturut-turut. Sekarang, meski tak punya ijazah apapun Sony ingin keluarganya sekolah setinggi-tingginya. Salah satunya, Sony  membantu membiayai kakaknya yang baru masuk SMA.

Sebagai artis pendatang baru, Sony mengikuti perkembangan dalam industri kreatif. Sebab kebanjiran kerjaan sebagai bintang tamu di berbagai acara off air, kini Sony berada di bawah langsung manajemen AS Production, production house yang membuat sinetron EIPM. Singkatnya, Sony sudah punya manajer. (t/r9/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru