Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

KPop Rev Kihoon Lee Disambut Massa di Medan

- Rabu, 12 November 2014 15:38 WIB
647 view
Medan (SIB)- Rev Kihoon Lee — Korean pop (KPop) bidang religi — disambut massa dari komunitas lintas denominasi gereja dalam Seminar Quiet Time Club di Gedung Auditorium CWS Jl Jenderal Gatot Subroto (depan Hotel Grand Serela) Medan, Selasa, (11/11). Pria asal negeri ginseng yang sedang tur untuk mengupas buku Saat Teduh, Living Life tersebut menjadi pembicara utama di pertemuan ilmiah-religi selama dua hari di ibu kota Sumut. “Seminar untuk kalangan terbatas. Gratis. Hari ini, Rabu, (12/11), sebagai hari penutup kegiatan di Medan, audiensnya khusus dari komunitas mahasiswa STT, aktivis gereja, pekerja gereja dan jemaat,” tandas ketua panitia Jhonny Silaban sambil mengatakan kegiatan diadakan atas kerja sama Yayasan Sumatera Berdoa dan QT Living Life.

Bersama Rev Kihoon Lee, hadir sejumlah pekerja sosial dan pengembala seperti Tjoa Yung Lung dan Pramono Lukman dari Surabaya, Agus Rahardja, Jimmy Lee dan Kenny Hing dari Sydney, Margharita dari Denpasar, Hyojin Lee dari Makassar. “Mereka satu tim, semuanya memberi pengalaman dan sharing untuk menyegarkan jiwa-jiwa agar tetap berjalan dalamNya,” tambah Jhonny Silaban didampingi Sekretaris Sumatera Berdoa Dra Nurhawati Simamora MSi, Jonathan Lase dari Gunung Sitoli.

Kiprah Kpop religius Rev Kihoon Lee bermula ikut dalam kebaktian keluarga dengan 12 keluarga di Yongsat, pusat kota Seoul yang digagas Rev Ha Jong-yo (alm). Dari negeri ginseng, Rev Kihoon Lee mengembangkan Gereja Onnuri ke negara di mana atas tuntunan suara hati berdasarkan tuntunan kenabian. Kini, Gereja Onnuri ada di Tiongkok, Jepang, Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat dan sejumlah negara di Asia. Di semua negara dan lokasi yang dikunjunginya, Rev Kihoon Lee mengabarkan suka cita berdasarkan keahlian profetiknya.

Saat Teduh, Living Life yang berisi petunjuk dan ajaran membahagiakan jiwa sesuai ajaran kasih. Melalui buku tersebut, Duranno Publishing sebagai pemublikasi, menjadi salah satu penerbit buku rohani terbesar di dunia. Buku dimaksud pun sudah dialihbahasakan ke bahasa Inggris, Spanyol, Mandarin, Jepang dan Indonesia. Saat Teduh, Living Life pun menjadi bacaan  religius terlaris di dunia, khususnya di komunitas di mana Gereja Onnuri berada.

Di jeda kegiatan penyegaran, tim pembicara untuk seminar bertajuk bertajuk Gereja Dibangun di Atas Kebenaran Jemaat Berjalan di Dalam Kebenaran mengadakan lawatan ke sejumlah rumah tahanan di Medan. “Tim Rev Kihoon Lee di daerah asalnya memang pengembala yang khusus menjamah jiwa orang-orang yang menjalani hukuman seperti di LP Grobokan, Denpasar yang dilayani Margharita,” cerita Ibu Gembala LPA dan LP Wanita Tanjunggusta Medan Ev Anche Cholia.

Didampingi gembala jemaat Pdt Daniel Yacob STh, Pdt Johannes Siregar MTh, Jonathan Lase, Laston  Nainggolan, Pdt B Manalu STh, Pdt Johnny Seragih STh, Pdt Muntas Panjaitan SH, Sarah Dopen, Veronika Sihombing, Eva Fitri, Jhonny Silaban menegaskan rombongan hanya dua hari di Medan sebab ada agenda lain di kota lain.

Di hari pertama seminar yang diikuti ratusan orang tersebut terlihat para tokoh dan pimpinan agama dari sejumlah kota di Sumut di antaranya Prof dr RS Parhusip SpP(K), Toham Sihombing dari Sidikalang, Pnt M Ndobe dari Tanjungmorawa, Pdt E Laoly dari Binjai, Pdt Lamhot Hasibuan dari Langkat, Bendahara PGI Wil Sumut - Aceh Pdt Luzas Timoteus MA, Pdt Hezron Purba, Nabari Ginting. (r9/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru