Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

Musik Religi Indah dengan Mengadopsi Unsur Kearifan Lokal

- Kamis, 13 November 2014 16:17 WIB
387 view
 Musik Religi Indah dengan Mengadopsi Unsur Kearifan Lokal
Medan (SIB)- Musik religi beda dengan musik sekuler atau genre lainnya. Musik religi satu arah yakni untuk memuliakanNya. Dalam kaitan kehidupan rohani di tempat-tempat dengan massa, musik religi lebih indah dengan mengadopsi unsur kearifan lokal.

Hal tersebut diutarakan Tjoa Yung Lung dan Pramono Lukman dari Surabaya dalam Seminar Quiet Time Club di Gedung Auditorium CWS Medan, Rabu, (12/11). Keduanya adala tim bersama Rev Kihoon Lee dari Gereja Onnuri Korea. Tim asal negeri ginseng yang sedang tur untuk mengupas buku Saat Teduh, Living Life tersebut menjadi pembicara utama di pertemuan ilmiah-religi selama dua hari di ibu kota Sumut.

Menurutnya, musik gereja  bersamaan diciptakan serta dilantunkan untuk menghindari cara pandang yang salah mengenai musik gereja. “Penyembahan adalah fokus dan nafas dari gereja,” tandas Pramono Lukman sambil menunjuk buku dimaksud menuntun untuk makin maksimal menciptakan musik religi.

Saat Teduh, Living Life yang berisi petunjuk dan ajaran membahagiakan jiwa sesuai ajaran kasih. Melalui buku tersebut, Duranno Publishing sebagai pemublikasi, menjadi salah satu penerbit buku rohani terbesar di dunia. Buku dimaksud pun sudah dialihbahasakan ke bahasa Inggris, Spanyol, Mandarin, Jepang dan Indonesia. Saat Teduh, Living Life pun menjadi bacaan  religius terlaris di dunia, khususnya di komunitas di mana Gereja Onnuri berada.

Sama seperti di hari pertama, seminar untuk kalangan terbatas dan gratis tersebut dipenuhi audiens. Kegiatan yang diketuapanitiai Jhonny Silaban  itu diadakan atas kerja sama Yayasan Sumatera Berdoa dan QT Living Life. Bersama Rev Kihoon Lee, hadir sejumlah pekerja sosial dan pengembala seperti Tjoa Yung Lung dan Pramono Lukman dari Surabaya, Agus Rahardja, Jimmy Lee dan Kenny Hing dari Sydney, Margharita dari Denpasar, Hyojin Lee dari Makassar. Seminar bertajuk Gereja Dibangun di Atas Kebenaran Jemaat Berjalan di Dalam Kebenaran pun mengadakan lawatan ke sejumlah rumah tahanan di Medan.

Didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Natal Oikumene Umat Kristen 2014 Sumut Binsar Siatupang SE MM, gembala jemaat Pdt Daniel Yacob STh, Pdt Johannes Siregar MTh, Jonathan Lase, Laston  Nainggolan, Pdt B Manalu STh, Pdt Johnny Seragih STh, Pdt Muntas Panjaitan SH, Sarah Dopen, Veronika Sihombing, Eva Fitri, Jhonny Silaban mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang memfasilitasi hingga kegiatan digelar sesuai rencana. (R9/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru