Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

Industri Kreatif Terbuka Lebar dari Seni Etnik Berbasis Kearifan Lokal

- Jumat, 14 November 2014 13:33 WIB
483 view
Industri Kreatif Terbuka Lebar dari Seni Etnik Berbasis Kearifan Lokal
Medan (SIB)- Daulat Manurung SMATT DzLm mengatakan, industri kreatif terbuka lebar dari sisi seni modifikasi yang belakangan makin semarak. Tetapi, semua yang digali dan dikombinasikan perlu penampilan, pementasan. “Dunia digital mendukung dalam on air tapi off air perlu pementasan yang difasilitasi komunitas penikmat,” ujar pria yang menghabiskan sebagian besar usianya dalam industri kreatif khususnya dari dunia pariwisata itu di Menara Lexus Hotel di Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (13/11).

Pria yang disapa Dading Manurung tersebut mengatakan, sebagai regulator, Pemerintah idealnya mendorong dan mendukung pertumbuhan kreativitas dalam menyemangati industri ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. “Tetapi, kenapa regulator kini mengeluarkan larangan PNS untuk mengadakan kegiatan di hotel. Itu sama artinya mengurangi komunitas penikmat. Bila ada kegiatan yang digelar PNS, kan selalu disandingkan dengan kesenian daerah bahkan mungkin kesenian etnik modivikasi,” tandas pria yang pernah menjayakan Sopo Badragaz  dan hingga kini masih produktif menulis lagu itu.

Menurutnya, kecenderungan di Indonesia, pertunjukan seni etnik melalui ‘tuntunan’ dari atas yakni regulator mengadakan acara dengan menampilkan kesenian etnik dan audiensnya dari lingkungan birokrat bersama undangna lainnya. “Karena rutinnya pergelaran maka komunitas penikmat semakin terbentuk. Tetapi, karena adanya larangan PNS bikin kegiatan di hotel, penampilan kesenian tersebut jadi berkurang. Dampaknya, ide ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, kurang semarak atau kurang mendapat respon karena kebijakan Menteri Reformasi Birokrasi dan PAN yang melarang PNS bikin kegiatan di hotel,” tandas Dading Manurung sambil mengusulkan kiranya mengikuti edaran yan dinilainya kontra produktif tersebut, Menteri Kepariwisataan dan Kebudayaan atau menteri-menteri dalam Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaanmengeluarkan edaran kiranya seluruh kegiatan menyangkut birokrat harus diisi kesenian berbasis kearifan lokal. “Dalam edaran itu harus ditegaskan, semua kegiatan di hotel atau di tempat mana saja, idealnya didekatkan dengan kesenian etnik yang tak terpisah dari kearifan lokal,” harap Dading Manurung. (r9/i)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru